Belajar Mengenali Diri

Mutiara Weda
Yogyakarta, 21/08/2026

Umat Sedharma, jika direnungkan, Bunga Seroja demikian harum dan indah, namun memiliki kelemahan pada tangkainya yang berbulu dan dapat menimbulkan rasa gatal. Demikian pula Gunung Himalaya yang menjulang tinggi dan sangat mempesona, ternyata memiliki kelemahan karena sering tertutup salju.

Sesungguhnya, menjelma menjadi manusia di dunia ini penuh dengan keterbatasan dan kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna dilahirkan di mayapada ini: Tan hana wang śuṣṭha anulus.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu dalam menjalani kehidupan ini senantiasa belajar; belajar mengenali, memetakan, dan memosisikan diri sesuai dengan identitas atau Svadharma masing-masing, serta menjalankan Wiweka dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Pancarkan selalu energi positif yang ada dalam diri melalui Padma Hṛdaya. Belajarlah menerima kekurangan diri sendiri dan belajar pula menerima ketidaksempurnaan orang lain.

(Kitab Vedanta & Slokantara 80)

Mangku Gede Made Worda N
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Suryasahasrasya (BG XI.12)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)22 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Suryasahasrasya (BG XI.12) Suryasahasrasya diibaratkan laksana cahaya seribu matahari yang terbit secara bersamaan dan memancarkan sinar yang cemerlang di angkasa. Sesungguhnya, cahaya tersebut melambangkan sinar keadilan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kekuasaan Tuhan meliputi angkasa, jagat raya, dan seluruh alam semesta. Keadilan-Nya dianugerahkan kepada semua…

  • Tri Dharma Sandhi

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/09/2025 Umat Se-dharma, Umat Hindu dalam menjalankan proses kehidupan guna mencapai tujuan hidupnya, yaitu kebahagiaan lahir dan batin — manah śāntiḥ maupun parama śāntiḥ — dengan tuntunan pustaka suci Weda, baik Weda Śruti maupun Weda Smṛti. Catur Weda merupakan Weda Śruti sebagai Weda inti (śiraḥ), sedangkan Smṛti merupakan Dharma Śāstra. Keduanya harus diyakini…

  • Subhāsubha (BG XII.17)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)21 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Subhāsubha (BG XII.17) Subhāsubha adalah kebaikan dan kebatilan. Dalam diri setiap manusia terdapat kecenderungan pada kebaikan maupun kebatilan. Demikian pula, rasa senang dan sedih selalu menyertai kehidupan. Pujian dapat menimbulkan rasa senang, sedangkan kebencian dapat menghadirkan kesedihan. Oleh karena itu, hendaknya seseorang mampu melepaskan…

  • Prasāde (BG II.65)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)29 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Prasāde (BG II.65) Prasāde berarti dalam kedamaian. Kehidupan di era global dan era digital hendaknya dijalani dengan prasanna, yaitu hidup dalam suasana damai yang mewarnai seluruh tatanan kehidupan. Segala kesedihan (sarva duḥkha) hendaknya dihadapi dengan prasāde, yakni sikap batin yang damai. Hindarilah permusuhan (na…

  • Filosofi Panca Mahattvapurnam Vastu

    Disajikan sebuah topik luhur tentang Panca Mahattvapurnam Vastu, artinya lima hal penting. Mari dimaknai lima hal penting sebagai ajaran luhur bagi umat Hindu pada pustaka suci MĀNAVADHARMAŚĀSTRA – SLOKA II-136 yang dikutip sebagai berikut: “वित्तं बन्धुर्वयः कर्म विद्या भवति पञ्चमीएतानि मान्यस्थानानि गरीयो यद् यदुत्तरम्”vittaṁ bandhurvayaḥ karma vidyā bhavati pañcamīetāni mānyasthānāni garīyo yad yaduttaram Artinya:Harta benda,…

  • Orang Jahat Seluruh Tubuhnya Beracun

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/07/2025 Umat Se-dharma, dalam sesanti ada menyebutkan: binatang kalajengking memiliki racun yang terletak di ekornya, begitu pula binatang ular memiliki racun berbisa yang terletak di taringnya. Berbeda halnya dengan orang yang licik, picik, dan jahat — seluruh tubuhnya diliputi oleh racun yang sangat berbisa. Melakukan tindakan kejahatan atau perbuatan buruk (Asubha Karma) dapat…