Tri Maṅgalaning Yajña

Mutiara Weda
27/02/2026

Umat sedharma, umat Hindu di dalam melaksanakan yajña tidak bisa lepas dari tiga komponen penting sebagai unsur utama yang menentukan keberhasilan, kesakralan, dan sahnya sebuah pelaksanaan upacara yajña di dalam agama Hindu.

Ketiga unsur itu bersifat integral sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan, meliputi: Sang Maṅgala Upacara atau Pemuput (pendeta/pinandita), Sang Sārati Banten atau Tapini (pembuat banten/sesajen), dan Sang Yajamāna atau Sang Agawe Yajña (pelaksana yajña).

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu dalam menggelar yajña suci atau melakukan persembahan suci dilandasi dengan keikhlasan dan ketulusan hati (lascarya), serta sesuai dengan petunjuk kitab suci Veda (śāstrataḥ). Niscaya, dengan demikian akan terbangun kualitas yajña yang utama, yaitu Sāttvika Yajña. (Veda Sabda Suci)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) DIY

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sinergis Dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/08/2025 Umat Sedharma, dalam pustaka suci Weda ada mengungkapkan: Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, pikirkan bersama-sama dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama, mengajarkan kepada kita, umat sedharma, untuk selalu bersinergis dan bersatu guna mencapai tujuan bersama. Sahrdayam sammanasyam, avidvesam krnomi vah… dst. Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan sifat-sifat ketulusikhlasan, mentalitas atau…

  • Filosofi Sugihan

    Mutiara WedaYogyakarta, 11/06/2026 Umat sedharma, salah satu kewajiban umat Hindu menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah melaksanakan upacara penyucian yang dikenal dengan Sugihan sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Galungan. Sugihan Jawa dan Sugihan Bali memiliki makna penyucian Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (diri manusia). Sugihan Jawa dilaksanakan pada Kamis Wage…

  • Filosofi Vāyuh

    Disajikan sebuah sajian dengan topik Filosofi Vāyuh, artinya angin. Mari dimaknai dan disimak ajaran luhur tentang Vāyuh pada pustaka suci Bhagavad Gītā IX-6 yang dikutip sebagai berikut ini: “यथाकाशस्थितो नित्यं वायुः सर्वत्रगो महान् Iतथा सर्वाणि भूतानि मत्स्थानीत्युपधारय ॥ ९-६॥yathākāśa-sthito nityaṁ vāyuḥ sarvatra-go mahān,tathā sarvāṇi bhūtāni mat-sthānīty upadhāraya. Artinya:“Laksana angin yang kuat selalu ada dan bertiup…

  • Dharma Pravṛtti

    Mutiara WedaYogyakarta, 24 Juli 2026 Umat Sedharma, Tiga sifat kemahakuasaan Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yaitu menciptakan, memelihara, dan melebur, merupakan perwujudan-Nya sebagai Tri Murti. Demikian pula, kelahiran (Utpatti), kehidupan (Sthiti), dan kembali ke asal (Pralina) yang dikenal sebagai Tri Kona, merupakan hukum kodrati Tuhan (Ṛta) yang berlaku bagi setiap makhluk hidup di alam…

  • Filosofi Grhasthastu

    Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah sajian dengan topik Grhasthastu, artinya tahapan kepala rumah tangga menuju tahapan Wanaprastha. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA VI-2, yang dikutip sebagai berikut: “गृहस्थस्तु यदा पश्येद् वलीपलितम् आत्मनःअपत्यस्यैव चापत्यं तदा­रण्यं समाश्रयेत्”gṛhasthastu yadā paśyed valīpalitam ātmanaḥapatyasyaiva cāpatyaṁ tadāraṇyaṁ samāśrayet Artinya:Kalau seorang kepala rumah tangga sudah melihat kulitnya mulai…

  • Hidup Ibarat Roda Pedati

    Mutiara WedaYogyakarta, 10 Juni 2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci disebutkan: “… sukhasyānantaraṃ duḥkhaṃ, duḥkhasyānantaraṃ sukham …” dan seterusnya. Takdir atau nasib sesungguhnya menunjukkan kepada umat manusia bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi yang mengatur semuanya, yaitu Hyang Widhi Wasa. Tatkala manusia berbuat baik, tentu akan dianugerahi kedudukan yang mulia. Sebaliknya, apabila berbuat jahat, Tuhan…