Ketulusan Landasan dalam Mekarma

Mutiara Weda
Yogyakarta, 26/03/2026

Umat sedharma, jika direnungkan dalam susastra tersurat bahwa dalam menjalankan Tri Kaya Sandhi (tiga penyucian pikiran, perkataan, dan perbuatan), perbuatan atau persembahan janganlah semata-mata hanya karena mengharapkan hasil atau pahalanya. Memang terasa sulit didapati di zaman ini melakukan perbuatan tanpa dilandasi keinginan akan pahala.

Demikian pula halnya dengan ajaran-ajaran Veda yang dipelajari untuk disadari, sering kali karena adanya niat dan rasa keinginan. Keinginan untuk mendapatkan pahala pada hakikatnya bersumber pada akar pemikiran, bahkan perbuatan itu seakan-akan harus memperoleh balasan melalui pelaksanaan dalam bentuk meyajña (melaksanakan yadnya/persembahan suci).

Oleh karena itu, bagi setiap umat Hindu dalam melakukan persembahan ataupun perbuatan hendaknya berlandaskan pengabdian serta kepasrahan diri ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui jalan Bhakti Mārga, serta dalam pelaksanaannya berpijak pada pustaka suci Veda dan sumber-sumber Dharma lainnya. Niscaya, umat Hindu akan dapat mewujudkan tujuan hidupnya, yaitu Catur Puruṣārtha (empat tujuan hidup), kebahagiaan sekala maupun niskala (lahir dan batin), bersatunya Ātman dengan Paramātman, atau Manunggaling Kawula lan Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan), sangkan paraning dumadi (asal dan tujuan akhir kehidupan), sebagaimana ditegaskan dalam ajaran: Mokṣārtham Jagad-hitāya ca iti Dharmaḥ (Manawa Dharma Śāstra II.2–4).

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Brahman

    Palangka Raya, 15.5.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah topik tentang Filosofi Brahman, yang berarti Sang Hyang Siva sebagai pencipta, pemelihara, dan pengembali segala sesuatu ke asal-Nya. Mari kita pahami ajaran luhur tentang ketuhanan Hindu dalam pustaka suci Śiva Purāṇa 1.6.20-22 yang dikutip sebagai berikut: “सृष्टिः स्थितिश्च संहारस्तिरो भावोप्यनुग्रहः ।यस्मात्प्रवर्तते तस्मै ब्रह्मणे च त्रिशूलिने ॥…

  • Jangan Menjadi Jadma Kesasar

    Mutiara WedaYogyakarta, 07/06/2025 Umat Se-Dharma,Dalam sastra diungkapkan bahwa manakala hidup menjelma menjadi manusia namun ingkar terhadap pelaksanaan Dharma, bahkan bingung terhadap agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak — orang semacam ini disebut Jadma Kesasar, atau manusia sesat. Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia sangatlah utama. Ini adalah suatu kesempatan untuk memperbaiki dan…

  • Beragama Jangan Lepas dari Ageman

    Mutiara WedaYogyakarta, 26 Mei 2026 Umat se-dharma, faktor yang sangat penting dan menjadi benih atau cikal bakal dalam penguatan kehidupan beragama bagi umat Hindu sesungguhnya adalah agem-ageman dalam bentuk śraddhā. Manakala seseorang kurang memiliki keyakinan, bingung, bahkan ragu terhadap agamanya, dapat dipastikan pondasi keberagamaannya akan menjadi rapuh. Hal tersebut akan berdampak pula pada lemahnya pemahaman…

  • Dharmaning Hidup

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/06/2025 Umat Se-Dharma, Umat Hindu dalam menjalankan Dharmaning Hidup memiliki kewajiban suci yang disebut Dharmaning Agama, yaitu berkewajiban untuk mempelajari, memahami, mengamalkan, dan mengamankan pustaka suci Weda serta memancarkannya melalui Dharma Vāhinī. Setiap umat Hindu berkewajiban untuk mempelajari dan memahami berbagai ilmu pengetahuan suci Andrayuga atau Vruh ring Sarva Jñāna, sehingga dapat menjalankan…

  • Nidhanam (BG III.35)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)8 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Nidhanam (BG III.35) Nidhanam berarti kematian. Menjalankan tugas mulia sebagai tugas utama diri sendiri, meskipun belum sempurna, tetap lebih baik daripada menjalankan tugas orang lain dengan lebih baik tetapi penuh bahaya atau bhayāvaha. Marilah memaknai filosofi Nidhanam (kematian) dalam kaitannya dengan Svadharma (tugas sendiri) dan…

  • Rahasyajnana

    Umat Sedharma,Pustaka suci Weda yang menjadi pegangan, pedoman, dan tuntunan bagi umat Hindu sering juga disebut dengan nama Kitab Rahasia karena di dalamnya banyak mengandung ajaran yang bersifat rahasia (rahasyajnana). Untuk memudahkan memahami isi kandungan dari pustaka suci Weda, Maha Rsi Walmiki melalui karya sastra Ramayana dan Maha Rsi Vyasa menghimpun epos besar Itihasa guna…