Kṛtakṛtya – Ātmarati

Mutiara Weda
Yogyakarta, 26/04/2026

Umat sedharma, dalam susastra disebutkan bahwa untuk mencapai kehidupan yang sempurna (kṛtakṛtya) dengan limpahan kebahagiaan (ātmarati), tidak dapat dilepaskan dari penerapan nilai-nilai ajaran dharma.

Mengamalkan dan mengaplikasikan ajaran dharma dalam diri sebagai jalan menuju Sang Maha Pencipta disebut dharma sādhana. Hal ini juga dikenal sebagai catur dharma sādhana (empat jalan pengamalan dharma) yang merupakan sāra ning dharma (inti ajaran dharma), yaitu:

Jñāna kāṇḍa: pikiran yang terbebas dari dualitas.

Bhakti kāṇḍa: sikap welas asih dan kebaikan tanpa batas kepada semua makhluk.

Yoga kāṇḍa: pikiran yang terbebas dari pengaruh ṣaḍ ripu (enam musuh dalam diri).

Karma kāṇḍa: kemampuan menjalankan svadharma dengan baik.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, wujudkan dan pancarkan ajaran kesucian dharma melalui dharma vāhinī (aliran dharma), sehingga terbina budi pekerti dan kesucian batin.

Niscaya, seseorang akan mampu mengamalkan nilai-nilai dharma dengan baik, menjadi seorang sādhaka (pelaku spiritual), serta mencapai jīvanmukti (kebebasan saat hidup) dan kebahagiaan sejati, menuju kesempurnaan hidup sebagai kṛtakṛtya.
(Ṛgveda VIII.69.8 & Sārasamuccaya 12)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara DIY

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Belajar Menyikapi Proses Kehidupan

    Mutiara Weda Yogyakarta, 11/07/2026 Umat Sedharma, dalam pustaka suci diungkapkan bahwa tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan. Begitu pula, tidak ada musuh yang sejahat kemarahan (krodha), tidak ada kesengsaraan yang menyamai kelobaan, dan tidak ada kebahagiaan yang menyamai kemampuan diri dalam melepaskan ikatan nafsu-nafsu (tyāga). Melepaskan diri dari cengkeraman nafsu menjadi suatu keharusan pada…

  • Kavaca dan Pañjara dalam Mantra

    Mutiara WedaYogyakarta, 18/04/2026 Umat sedharma, dalam upaya mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, umat Hindu tidak terlepas dari penggunaan doa atau mantra Weda yang berfungsi sebagai kavaca dan pañjara. Pengucapan mantra dengan fungsi kavaca mengandung makna sebagai “pakaian” atau “pelindung diri”, sedangkan pañjara bermakna “benteng”. Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai perlindungan…

  • Siklus Samsara

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/05/2025 Umat Se-dharma, lahir kembali menjelma menjadi manusia menjalankan siklus Samsara Punarbhawa sesungguhnya memanfaatkan waktu dan menggunakan kesempatan untuk lahir kembali dengan baik guna memperbaiki diri serta menjadi penentu keberhasilan dalam mencapai tujuan hidup yaitu Catur Purusa Artha. Jangan sia-siakan waktu & kesempatan dengan melakukan perbuatan hina dan tercela, demikian pulajangan biarkan waktu…

  • Filosofi Candramasam

    Disajikan topik Filosofi Candramasam: artinya cahaya bulan. Mari dimaknai ajaran ketuhanan pada pustaka suci Bhagavad Gītā – VIII-25 yang dikutip sebagai berikut: “धूमो रात्रिस्तथा कृष्णः षण्मासा दक्षिणायनम् । तत्र चान्द्रमसं ज्योतिर्योगी प्राप्य निवर्तते ॥ ८-२५॥ dhūmo rātris tathā kṛṣṇaḥ ṣaṇ-māsā dakṣiṇāyanam, tatra cāndramasaṁ jyotir yogī prāpya nivartate. Artinya: Asap, malam hari, bulan mati, dan enam…

  • Sat Asat (BG XIII.21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)24 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Sat Asat (BG XIII.21) Sat Asat adalah ada dan tiada, baik dan buruk. Manusia memiliki sifat (guṇa) sat asat, yaitu karakter baik dan buruk. Kedua sifat tersebut telah ada sejak dalam kandungan (yoni). Setelah lahir (janmansu), karakter baik dan buruk itu dipengaruhi (kāraṇam) oleh…

  • Kanyācora (Slokantara 75)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI(MUTIARA KATA DHARMA) 12 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Kanyācora (Slokantara 75) Kanyācora adalah orang yang mencuri atau melarikan secara paksa seorang gadis perawan. Perlu diingat, apabila seseorang melarikan seorang gadis, kemudian gadis tersebut garbhata atau hamil, lalu pelakunya lari dari tanggung jawab, perbuatan itu tergolong paradara. Jika setelah gadis itu hamil kemudian…