Harmoniskan Unsur Triguṇatattva dalam Diri

Mutiara Weda
Yogyakarta, 02/01/2026

Umat se-dharma,
orang-orang bijak mengatakan bahwa pada zaman Kali Yuga ini musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan manusia mensinergikan unsur Tri Guṇa—sattva (kemurnian/keseimbangan), rajas (dinamika/nafsu), dan tamas (kegelapan/kemalasan)—di dalam diri.

Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan kṣamā (sikap memaafkan dan tahan uji) merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam serta terjaga pada diri setiap umat Hindu. Nilai-nilai ini penting untuk meningkatkan kualitas rohani menuju tingkatan spiritualitas yang mengandung kekuatan dalam membangun kerukunan umat Hindu. Segala sifat keras hati dan egoisme hanya dapat dikalahkan dengan sikap amulat sarīra (mawas diri), anyekung jñāna (pendalaman pengetahuan), serta kemampuan mengendalikan diri sebagai śuluh nikang prabhā (pelita cahaya batin).

Oleh karena itu, marilah kita sebagai umat Hindu membangun kedamaian dan keharmonisan mulai dari diri masing-masing. Tingkatkan kualitas rohani melalui pengekangan dan pengendalian diri, tapa (pengendalian batin), serta menampilkan kepribadian yang lebih sāttvika (murni dan seimbang) dengan melatih vāk (ucapan), manah (pikiran), dan kāya (perbuatan). Semua itu dilakukan dengan mensinergikan unsur Triguṇatattva di dalam diri.

Niscaya, kedamaian dan kerukunan dalam kehidupan akan terwujud sebagai landasan menuju mahā samādhi (kesadaran tertinggi) atau alam kamokṣa (kebebasan rohani).
(Bhagavad Gītā III.37–40 dan Serat Witaradya)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara ( PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sentuhan Indria Perlu Diatur

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/09/2025 Umat sedharma, sifat keterikatan (rāga) dan kebencian (dveṣa) yang sering menggerogoti jiwa umat manusia sangat dipengaruhi oleh pengaturan sentuhan-sentuhan indria (indriya) dengan obyek indria. Bila tidak dikendalikan, kedua sifat tersebut akan mempermudah terwujudnya kesadaran diri (ātma-jñāna). Bagi mereka yang jiwanya selalu dipengaruhi oleh rasa benci, iri hati, dan sejenisnya, sesungguhnya adalah orang…

  • Kesadaran Pikiran

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/08/2026 Umat Sedharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya Karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu ketika seseorang akan bertutur kata dan bertindak, sehingga dapat menghasilkan Karma yang baik atau Subha Karma. Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan agar pikiran dapat terkendali serta berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga akan…

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/06/2025 Umat Se-Dharma, Di dalam sastra suci Hindu diungkapkan bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun. Melakukan perbuatan baik (Subha Karma) dan mensinergikan antara pikiran,…

  • Damai dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/12/2025 Umat sedharma, manah (pikiran) merupakan sinar cahaya yang dapat mengembara ke mana-mana. Pikiran membimbing dan menuntun seluruh perilaku serta tindakan, menjadi sumber pengetahuan, sekaligus berfungsi sebagai perantara tercepat dalam diri manusia. Pikiran adalah penentu baik dan buruknya seseorang. Sebagai perantara yang paling cepat, pikiran mengawasi seluruh indria dan menjadikan niat atau tekad…