Sat, Cit, Ānanda Brahman

Mutiara Weda
31/12/2025

Umat se-dharma,
dalam pustaka suci Weda diajarkan untuk selalu setia, jujur, dan memegang teguh kebenaran sebagai jalan menuju ketenangan dan kedamaian batin, Parama Śāntiḥ (kedamaian tertinggi).

Kebenaran dan kejujuran merupakan sifat sekaligus hakekat ketuhanan, yaitu Sat, Cit, Ānanda Brahman, sebagai bagian dari dasar keyakinan (śraddhā) dalam ajaran agama Hindu. Kesetiaan dan kejujuran itu tidak timbul dari orang lain, melainkan tumbuh dari dalam diri masing-masing.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu—yang sudah menjadi kewajiban bersama—membangun dan memupuk kesetiaan, kejujuran, serta rasa tanggung jawab terhadap kebenaran melalui pengamalan ajaran Pañca Satya, yaitu: Satya Wacana, Satya Hṛdaya, Satya Mitra, Satya Samaya, dan Satya Lakṣaṇa. Selain itu, hendaknya membuang jauh-jauh sifat angkuh dan sombong, vāk puruṣya (ucapan yang dikuasai ego).

Niscaya, hal tersebut akan menumbuhkan sifat-sifat kedewataan, Daivī Vāk (ucapan suci/ilahi), yang ada dalam diri, sehingga terwujudnya Lalita Hita Karana sebagai jalan menuju kamokṣa (kebebasan yang abadi).
(Sarasamuccaya 130–131)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Saṅgraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Akasam

    Disajikan topik filosofi Akasam yang artinya ether, udara, angkasa, ākāśa. Mari dimaknai ajaran teoekologi terkait udara pada pustaka suci Bhagavad Gītā IX-6 yang dikutip sebagai berikut: “यथाकाशस्थितो नित्यं वायुः सर्वत्रगो महान् Iतथा सर्वाणि भूतानि मत्स्थानीत्युपधारय ॥ ९-६॥yathākāśa-sthito nityaṁ vāyuḥ sarvatra-go mahān,tathā sarvāṇi bhūtāni mat-sthānīty upadhāraya. Artinya:“Laksana angin yang kuat selalu ada dan bertiup di mana-mana,…

  • Widvāṅga: Perilaku Semu

    Mutiara WedaYogyakarta, 05/03/2026 Umat Sedharma, jika dilihat dinamika kehidupan di zaman ini, artha (harta/uang) ataupun kekayaan seolah-olah menjadi satu-satunya tujuan hidup dan segala-galanya bagi kehidupan. Gemerlap artha dan tumpukan kekayaan yang menggunung masih terasa menjadi prioritas utama yang menyilaukan serta sangat dihargai pada zaman ini oleh sebagian umat manusia. Dunia terasa diselubungi oleh kegelapan dan…

  • Dharma Intisari Dunia

    Mutiara Weda Yogyakarta, 16/10/2025 Umat sedharma, dalam śāstra Hindu disebutkan: Satyān nāsti paro dharmaḥ, nānṛtaṁ pāpakaṁ param“Tidak ada Dharma yang lebih tinggi daripada kebenaran (Satya), dan tidak ada dosa yang lebih rendah daripada dusta.” Dimana ada Satya, di sana pasti ada Dharma. Kebenaran dan kebajikan tidak dapat dipisahkan, keduanya selalu berdampingan sebagai Satya–Dharma. Hilang dan…

  • Tri Guna dalam Tri Sarira

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/06/2025 Umat Se-Dharma, Jika kita renungkan, dalam sastra Hindu, tubuh manusia sebenarnya dibentuk oleh tiga unsur lapisan yang memiliki fungsi serta kualitas berbeda-beda. Tiga unsur lapisan tersebut disebut: Tri Sarira. Tiga unsur lapisan dalam diri manusia (Tri Sarira) meliputi: A. Sthula Sarira / Raga SariraYaitu badan kasar atau jasmani yang terbentuk dari unsur…

  • Dama – Danta

    Mutiara Weda23/05/2025 Umat Sedharma, orang bijak pernah mengatakan sesungguhnya orang yang namanya mandi itu bukan hanya tubuhnya yang dibasahi atau dibasuh, melainkan orang yang memiliki kesadaran akan dirinya Dama serta kesucian lahir-bathin, jasmani-rohani, sekala maupun niskala Danta. Orang yang suci secara lahir maupun bathin Danta tidak akan pernah memiliki sifat-sifat bohong, angkuh, iri hati, dan…

  • Bangun Pura di dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/07/2025 Umat se-dharma, sesungguhnya belajar agama dan belajar ajaran kerohanian bukanlah untuk menyakiti orang lain, dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa dan memperkokoh buddhi. Jika ajaran agama dan ajaran kesucian spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan diri atau bersifat…