Bangkitkan Bhūṣaṇa dalam Diri

Mutiara Weda
27/03/2026

Umat sedharma, jika kita renungkan, tatkala kesadaran diri melebur dengan kesadaran sejati, yakni Yang Maha Agung, maka yang tersisa hanyalah kebahagiaan tanpa batas. Membangun kecerdasan sangatlah penting bagi setiap umat manusia, dengan menempatkan kecerdasan intelektual sebagai dasar, yang diperhalus oleh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, menuju pada kesadaran sejati dengan bhūṣaṇa sebagai pengikatnya.

“Busana kekayaan” berupa keramahan; “busana orang kuat” dalam bentuk ucapan atau perkataan yang halus; serta “busana pengetahuan” dalam wujud kedamaian. Adapun “busana bagi orang yang belajar agama” adalah kerendahan hati sebagai kavaca dharma-nya. Demikian pula, “busana bagi orang besar” berupa sifat pemaaf dan pengampun.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, dalam situasi dan kondisi apa pun, gunakan kavaca dharma dan bangkitkan bhūṣaṇa yang ada dalam diri dengan membangun kesadaran diri. Ketika kesadaran telah melampaui kesadaran materi melalui kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ), maka akan menuju pada kesadaran jiwa melalui kecerdasan spiritual (SQ), hingga mencapai kesadaran yang paling hakiki, yakni bersemayamnya Tuhan dalam diri (padma hṛdaya), dengan landasan pengendalian diri lahir maupun batin.

Niscaya, seseorang akan mampu menapaki hidup dengan rendah hati, bijaksana, serta mampu mengendalikan śuluh ikaṅ prabhā (cahaya batin) dan mengelola emosi menuju kesadaran sejati.
(Kitab Nītiśatakam)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Tyàgi

    Palangka Raya, 5.6.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan topik Tyàgi, artinya orang yang meninggalkan pahala perbuatannya. Ajaran ekoteologi ini dimaknai dalam pustaka suci Bhagavad Gītā XVIII.11 yang dikutip sebagai berikut: “न हि देहभृता शक्यं त्यक्तुं कर्माण्यशेषतः ।यस्तु कर्मफलत्यागी स त्यागीत्यभिधीयते ॥ १८-११॥na hi deha-bhṛtā śakyaṁ tyaktuṁ karmāṇy aśeṣataḥ,yas tu karma-phala-tyāgī sa tyāgīty abhidhīyate. Artinya:Sesungguhnya, tak…

  • Sinergis Dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/08/2025 Umat Sedharma, dalam pustaka suci Weda ada mengungkapkan: Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, pikirkan bersama-sama dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama, mengajarkan kepada kita, umat sedharma, untuk selalu bersinergis dan bersatu guna mencapai tujuan bersama. Sahrdayam sammanasyam, avidvesam krnomi vah… dst. Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan sifat-sifat ketulusikhlasan, mentalitas atau…

  • Pentingnya Menjaga Kesucian Diri

    Mutiara Weda11/02/2026 Umat se-dharma, jika dipahami bahwa belajar agama dan ajaran kedyatmikan (spiritual) bukanlah untuk menyakiti orang lain dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa serta memperkokoh buddhi (daya intelek/kebijaksanaan). Jika ajaran agama dan ajaran kesucian (spiritual) digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan…

  • Aṣṭa Coraḥ ca Ṣaḍātatāyī (Slokāntara 74)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)3 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Aṣṭa Coraḥ ca Ṣaḍātatāyī (Slokāntara 74) Aṣṭa Coraḥ dan Ṣaḍātatāyī adalah delapan perbuatan curang dan enam perbuatan kejam. Ada caturdaśa atau empat belas perbuatan curang dan kejam, antara lain: membegal, merampas, merampok, mengamuk, menganiaya, membunuh, menyihir, meracun, mencuri, memfitnah, memancung, menyakiti, merusak, dan menipu….

  • Panca Vidha dalam Agama Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/07/2026 Umat Se-Dharma, dalam ajaran agama Hindu, taat dan patuh kepada orang tua atau Guru Rupaka, serta berbhakti kepada para leluhur merupakan kewajiban bagi sang anak dalam membangun keluarga Hindu yang bahagia, Sukino Bhawantu, nantinya. Ada lima hal yang menyebabkan sang anak wajib berbhakti kepada orang tua (Guru Rupaka) dan para leluhur, yang…

  • Drstha yang Mendasari Kebhinekaan dalam Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 07/10/2026 Umat se-Dharma, dalam pustaka suci ada disebutkan: Śrutis tu Vedo vijñeyo Dharmaśāstram tu vai Smṛtiḥ,te sarvārtheṣv amīmāṁsye tābhyāṁ Dharmo hi nirbabhau. Artinya: yang dimaksud dengan Śruti adalah Veda dan Smṛti adalah Dharmaśāstra. Kedua pustaka suci ini menjadi sumber Dharma dan menjadi landasan dalam memahami serta menjalankan ajaran Dharma. Hindu yang membumi dalam…