Pūrvāgama Śāsana

Mutiara Weda

Yogyakarta, 1 Juli 2026

Umat Se-dharma, umat Hindu dalam menjalankan dharmaning hidup memiliki kewajiban suci yang disebut dharmaning agama, yaitu berkewajiban mempelajari, memahami, dan memancarkan isi Kitab Suci Weda, Dharma Vāhinī, serta memahami berbagai ilmu pengetahuan suci, yaitu Āndrayuga atau Vruh Ring Sarva Jñāna (pengetahuan tentang segala ilmu), sehingga dapat menjalankan wiweka (kemampuan membedakan yang baik dan yang buruk) dengan baik.

Umat Hindu, dalam berpikir, bertutur kata, serta berbuat menjalankan aktivitas sehari-hari, tidak dapat dilepaskan dari ajaran kebajikan śāsana (tata ajaran) dan kepatuhan terhadap Guru Wisesa (pemerintah), yaitu nīti (aturan dan kebijakan).

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu hendaknya senantiasa membangun keluhuran dan kemuliaan budi, yaitu pāramitā (kesempurnaan budi), serta keharmonisan hidup, yaitu sundaram (keindahan dan keharmonisan), dengan jalan memahami dan mengamalkan seluruh ajaran kesucian Pūrvāgama Śāsana, berpegang teguh pada ajaran etika suśīla (moralitas), ajaran kebenaran śāsana, serta taat dan patuh terhadap aturan pemerintah (nīti). Niscaya kebahagiaan hidup akan dapat diwujudkan.

(Slokantara, 34 dan 84)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Visudha Karma

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/05/2025 Umat Se-dharma, dalam pustaka suci Weda menyebutkan:Sesungguhnya semua umat manusia memiliki kebebasan, bebas menentukan kehendaknya dan sepenuhnya pula bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri — Svatantra Katah. Demikian pula, tak satu pun manusia bisa luput dari kerja walaupun hanya sesaat, oleh hukum alam manusia dibuat tidak berdaya untuk selalu bekerja. Kualitas perbuatan…

  • Ekatvam (BG VI.31)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)18 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Ekatvam (BG VI.31) Ekatvam berarti memunggal atau menyatu. Upaya untuk mencapai keadaan ketika sang diri atau Ātman menunggal atau menyatu dengan Brahman dapat dilakukan melalui puja dan puji, bhajaty pratidinam, yaitu tekun memuja dan memuji Vidhi dengan bhakti, melalui Yajña, serta doa yang tulus dengan…

  • Tri Guna dalam Tri Sarira

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/06/2025 Umat Se-Dharma, Jika kita renungkan, dalam sastra Hindu, tubuh manusia sebenarnya dibentuk oleh tiga unsur lapisan yang memiliki fungsi serta kualitas berbeda-beda. Tiga unsur lapisan tersebut disebut: Tri Sarira. Tiga unsur lapisan dalam diri manusia (Tri Sarira) meliputi: A. Sthula Sarira / Raga SariraYaitu badan kasar atau jasmani yang terbentuk dari unsur…

  • Filosofi Muniprasna

    Palangka Raya, 22.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Om Swastyastu Disajikan sebuah topik Filosofi Munipraśna, artinya pertanyaan para orang bijaksana. Mari dipahami makna ajaran luhur pada pustaka suci Śiva Purāṇa 1.1.39 yang dikutip sebagai berikut: “इति श्रीशैवेमहापुराणे विद्येश्वरसंहितायां मुनिप्रश्नवर्णनो नाम प्रथमोऽध्यायः ॥ १ ॥iti śrīśaivemahāpurāṇe vidyeśvarasaṁhitāyāṁ munipraśnavarṇano nāma prathamo’dhyāyaḥ || 1 || Terjemahan:Inilah Śiva Mahāpurāṇa, Bab…

  • Bangun Sifat Kedewasaan & Kesabaran dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/01/2025 Umat se-dharma, jika dicamkan, hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini ibaratkan Cakramanggilingan yang selalu berputar-putar, silih berganti, terkadang di atas pun terkadang di bawah, selalu bergantian dan penuh dengan berbagai cobaan dan tantangan hidup. Tanpa adanya ombak yang ganas, tak akan pernah tahu kemahirannya dalam bermain peselancar. Begitu pula, tanpa adanya…