Jīvātman Śarīram Ca (BG. II.22)
Jīvātman Śarīram Ca artinya jiwa dan badan, rohani dan jasmani.
Manusia (manuṣya) wajib merawat jiwa dan badan. Merawat salah satunya saja akan membuat kehidupan menjadi pincang.
Jīvātman Śarīram Ca artinya jiwa dan badan, rohani dan jasmani.
Manusia (manuṣya) wajib merawat jiwa dan badan. Merawat salah satunya saja akan membuat kehidupan menjadi pincang.
Sadhastham Svāntah Ca artinya cerdas dan terdidik, atau cerdas dan berprestasi, yang disebut juga Smartah Ucchādakah Ca.
Kunci utama adalah menjadikan kepribadian Sattwam sebagai dasar dan pijakan dalam setiap perilaku. Sifat Sattwam yang memancar luhur setiap saat akan memberikan dampak aura mulia bagi sesama kehidupan.
Paricaryātmakam artinya kegiatan dalam bentuk pelayanan. Umat Hindu ada di seluruh pelosok Tanah Air Indonesia. Lembaga keagamaan Hindu wajib memberikan kegiatan yang berdampak dalam bentuk pelayanan.
Manah artinya pikiran. Dalam kehidupan, manusia wajib melakukan pengekangan pikiran atau Kahrtaning Manah.
Panca Yajñāḥ artinya lima jenis Yajna yang terkendali dan luhur. Adapun lima pelaksanaan Yajna yang terkendali, terkontrol, dan tertata secara manajemen luhur
Priyam Mitram artinya teman baik. Umat Hindu dalam beryajna menggunakan berbagai sarana, seperti patram = daun, puṣpam = bunga, phalam = buah, toyam = air, agnir = api/dupa, dan mantram = doa.
Dasa Mulya artinya sepuluh kemuliaan hidup di jagat. Hidup dan kehidupan wajib memiliki nilai, berharga, dan bermartabat bagi diri sendiri maupun sesama.
DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)23 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Yajñākṣapitakalmaṣāḥ artinya yajña yang melebur dosa-dosa. Ada aneka jenis yajña atau yajñavidah. Ada daun (patram), bunga (puṣpam), buah (phalam), air (toyam/tīrtha), api (agni), dan mantra (mantram). Semua jenis sarana yajña (yajñavidah) merupakan bentuk persembahan yang berfungsi untuk melebur dosa-dosa umat Hindu. Mari kita maknai filosofi…
DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)22 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Dhūrtalakṣaṇam/Dustalakṣana artinya perbuatan jahat atau penjahat. Dalam kehidupan terdapat dualisme perbuatan, yaitu perbuatan baik (sukerta, subhakarma) dan perbuatan tidak baik (duskerta, asubhakarma). Perbuatan jahat atau perilaku penjahat memiliki berbagai bentuk, antara lain: Tanda-tanda penjahat secara umum, antara lain bermuka manis, berbicara simpatik, penjilat, suka memfitnah,…