Author: I Ketut Subagiasta

  • Duratyayā (BG VII.14)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Senin, 10 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Duratyayā (BG VII.14) Duratyayā adalah terobosan, menerobos, atau upaya untuk menembus berbagai hambatan. Setiap manusia hendaknya memiliki semangat untuk melakukan terobosan melalui tindakan nyata, upaya inovatif, langkah kreatif, perbaikan berkelanjutan, serta usaha untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Dengan demikian, akan ditemukan cara terbaik dalam mengatasi…

  • Vedavidah (BG VIII.11)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)9 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Vedavidah (BG VIII.11) Vedavidah adalah ahli Weda. Umat Hindu hendaknya menjadi Vedavidah vadanti, yaitu umat yang memahami dan mampu mengucapkan mantra-mantra suci Weda dengan baik. Minimal mampu melaksanakan Tri Sandhya, melakukan puja dan puji suci, serta berdoa sesuai dengan ajaran Weda. Sebagai umat sedharma yang…

  • Nidhanam (BG III.35)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)8 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Nidhanam (BG III.35) Nidhanam berarti kematian. Menjalankan tugas mulia sebagai tugas utama diri sendiri, meskipun belum sempurna, tetap lebih baik daripada menjalankan tugas orang lain dengan lebih baik tetapi penuh bahaya atau bhayāvaha. Marilah memaknai filosofi Nidhanam (kematian) dalam kaitannya dengan Svadharma (tugas sendiri) dan…

  • Byaktapuhara Hala (SS. 421)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)7 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Byaktapuhara Hala (SS. 421) Byaktapuhara Hala berarti bencana. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu waspada (pratyakṣa) sebelum terjadi bencana alam (byaktapuhara hala prakṛti). Pada musim kemarau (prāvṛt), sering terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sementara itu, pada musim hujan (varṣā ṛtu), sering terjadi banjir bandang….

  • Gunakarma (BG IV.13)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)6 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Gunakarma (BG IV.13) Gunakarma adalah sifat, keahlian, profesi, atau pekerjaan yang dimiliki seseorang. Keutamaan umat Hindu ialah memiliki sifat, keahlian, profesi, atau pekerjaan yang berkompeten serta berlandaskan Dharma. Kartanam berarti penekun profesi, seperti penekun kerohanian (Brahmana), penegak ketertiban dan pelindung masyarakat (Ksatriya), penekun bidang ekonomi…

  • Sadhunam (BG IV.8)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)5 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Sadhunam (BG IV.8) Sadhunam adalah orang-orang yang baik. Tuhan Yang Maha Esa dipercaya senantiasa melindungi (paritrāṇāya) orang-orang yang baik atau sadhunam. Sebaliknya, keadilan Tuhan Yang Maha Esa juga dipercaya membinasakan (vināśāya) orang-orang yang jahat (duṣkṛtām). Umat sedharma, marilah menjadi sadhunam, jangan menjadi duṣkṛtām. Ṛta Prakṛti,…

  • Janādhipāḥ (BG II.12)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)4 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Janādhipāḥ (BG II.12) Janādhipāḥ berarti penguasa manusia. Sarvabhūteṣu, yakni seluruh makhluk hidup di jagat raya, berada di bawah kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Semua ciptaan pada hakikatnya tetap ada, meskipun telah mengalami kematian (mṛtyu) atau peleburan (pralina). Yang mengalami kematian hanyalah śarīra (badan jasmani), sedangkan…

  • Jñānatapasaḥ (BG IV.10)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)3 Agustus 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Jñānatapasaḥ (BG IV.10) Jñānatapasaḥ adalah orang-orang bijaksana yang taat. Jadilah pribadi yang bijaksana dan taat pada Dharma serta ajaran agama, dengan memahami ajaran Hindu dan mengamalkan nilai-nilai sucinya sebagai pedoman dalam menuntun kehidupan yang mulia. Taat terhadap Dharma juga diwujudkan melalui kepatuhan kepada negara,…

  • Punarjanma (BG IV.9)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)2 Agustus 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Punarjanma (BG IV.9) Punarjanma adalah kelahiran kembali. Punarjanma atau Punarbhawa merupakan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dalam kehidupan. Selama hidup di dunia ini, tabunglah sebanyak mungkin kebajikan, kebenaran, dan kemuliaan. Himpunlah Subhakarma sebagai bekal menuju Śivaloka dan Divyamloka, alam kedewataan. Tujuan tertinggi kehidupan adalah mencapai…

  • Asatyam (BG XVI.8)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)1 Agustus 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Asatyam (BG XVI.8) Asatyam berarti ketidakjujuran, yaitu tidak jujur, tidak berintegritas, tidak nyata, tidak faktual, tidak benar, berbohong, dan tidak dapat dipercaya. Idep asatyam adalah pikiran yang dilandasi kebohongan. Sabda asatyam adalah perkataan yang tidak jujur. Bayu asatyam adalah perilaku yang dilandasi kebohongan. Sifat…