Siklus Samsara

Mutiara Weda
Yogyakarta, 14 September 2026

Umat se-Dharma, dalam pustaka suci ada disebutkan: Sukhasyānantaraṁ duḥkhasyānantaraṁ sukham… dst. Takdir atau nasib itu sesungguhnya menunjukkan kepada umat manusia bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi yang mengatur semuanya, yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Ida Sang Hyang Parama Kawi.

Tatkala umat manusia berbuat kebajikan, tentu akan dianugerahi kedudukan yang mulia dan dihormati. Demikian sebaliknya, manakala umat manusia berbuat kejahatan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Ida Sang Hyang Parama Kawi yang akan memberikan hukuman, baik berupa suka maupun duka, serta kehidupan di sorga atau neraka nantinya.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu selalu menyadari bahwa kehidupan di dunia ini, di alam samsara, dikuasai oleh suka dan duka, kesenangan dan kesedihan yang datang silih berganti. Keduanya tidak akan pernah terpisahkan. Kedukaan datang setelah kesukaan, dan kesukaan mengikuti kedukaan. Semua makhluk yang hidup dan mati di dunia ini mengalami perputaran tersebut.

Niscaya, dengan demikian kita akan semakin memahami hakikat kehidupan yang sebenarnya.

(Slokantara 84.76)

Mangku Gede Made Worda N.
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Pùjayitvà Grhasthah

    Oleh I Ketut Subagiaata Disajikan sebuah uraian dengan Pùjayitvà Grhasthah, artinya kewajiban kepala rumah tangga melakukan pemujaan suci berupa panca yajña. Mari dimaknai dengan bijak ajaran luhur pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA – SLOKA III-117, yang dikutip sebagai berikut: “देवानृषीन् मनुष्यांश्च पितन् गृह्याश्च देवताःपूजयित्वा ततः पश्चाद् गृहस्थः शेषभुग्भवेत्”devānṛṣīn manuṣyāṁśca pitan gṛhyāśca devatāḥpūjayitvā tataḥ paścād gṛhasthaḥ śeṣabhugbhavet Artinya:Setelah…

  • Rāgadveṣau (BG III.34)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)17 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Rāgadveṣau (BG III.34) Rāgadveṣau berarti cinta dan tidak membenci. Marilah menumbuhkan rāga svadeśau, yaitu rasa cinta terhadap negeri sendiri, serta adveṣau deśi, yaitu tidak membenci negeri sendiri. Cintailah bangsa. Cintailah negara. Tumbuhkan rasa cinta terhadap negeri sendiri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia….

  • Jangan Pelihara Rasa Dengki dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 16/04/2026 Umat sedharma, menjauhkan diri dari rasa dengki dan iri hati (mātsarya) merupakan kewajiban dasar dalam membangun tatanan kehidupan umat Hindu yang satyam, śivam, dan sundaram. Kuatkan perbuatan, perasaan, serta cinta kasih kepada sesama (prema vāhinī). Jangan biarkan sifat iri hati dan dengki bercokol dalam diri. Apabila batin senantiasa diselimuti oleh rasa iri…

  • Bangun Keseimbangan di Dalam Diri

    Mutiara Weda21/12/2025 Umat sedharma, pemusatan dan pengendalian pikiran dari pengaruh indria (pancaindra) atau hawa nafsu—citta-vṛtti-nirodha—menjadi faktor penting dalam menjalankan proses kehidupan di dunia ini, di alam saṁsāra. Orang yang mampu mengendalikan dirinya dari pengaruh-pengaruh indria dan hawa nafsu bagaikan seekor penyu yang menarik seluruh anggota badannya ke dalam cangkangnya. Orang yang berperilaku demikian sesungguhnya adalah…

  • Sang Yatha Sakti Kayika Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/09/2025 Umat se-dharma, ajaran agama Hindu memiliki konsep jenjang kehidupan yang sangat jelas dan tersusun secara sistematis yang dikenal dengan nama Catur Āśrama, yaitu empat tahapan hidup yang wajib dilalui oleh setiap umat manusia (Brahmacārī, Gṛhastha, Wānaprastha, dan Bhikṣuka). Pada tahapan kedua, Gṛhastha Āśrama, merupakan tahapan sebagai ujian yang sebenarnya, di mana seseorang…

  • Berkesadaran Perilaku Bijak

    Mutiara Weda 14/10/2025 Umat Sedharma,orang yang memiliki kualitas kerohanian samyag-jñāna dan memahami berbagai pengetahuan suci, vruh ring sarva-jñāna, tidak akan pernah menghiraukan niat-niat jahat serta berbagai tipu muslihat dari mereka yang berhati gelap. Jika direnungkan, sesungguhnya sumber kejahatan itu terletak pada hati nurani manusia — ri hati ya tonggwanya, tan madoh ri awak (akar kejahatan…