Trayodaśa Dharma (BG X.4)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
Selasa, 11 Agustus 2026
Oleh I Ketut Subagiasta

Trayodaśa Dharma (BG X.4)

Trayodaśa Dharma adalah tiga belas jenis kebenaran. Filosofi Trayodaśa Dharma mengajarkan tiga belas nilai sebagai pelita kehidupan menuju kehidupan yang aman, tenteram, bahagia, dan sejahtera, baik lahir maupun batin, yaitu:

  1. Buddhi — intelek atau kecerdasan.
  2. Jñānam — pengetahuan.
  3. Asammohaḥ — kesadaran atau ketidakbingungan.
  4. Kṣamā — kesabaran.
  5. Satyam — kebenaran dan kejujuran.
  6. Damaḥ — pengendalian diri.
  7. Śamaḥ — ketenangan batin.
  8. Sukham — kebahagiaan atau kesenangan.
  9. Duḥkham — kedukaan atau penderitaan.
  10. Bhavaḥ — kelahiran atau keberadaan.
  11. Abhāvaḥ — ketiadaan atau kematian.
  12. Bhayam — ketakutan.
  13. Abhayam — keberanian atau rasa tidak takut.

Marilah dimaknai dan diterapkan filosofi Trayodaśa Dharma, yaitu tiga belas nilai kehidupan sebagai pelita menuju kehidupan yang mulia, aman, nyaman, damai, bahagia, dan sejahtera.

Svaha. Matur suksma.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Janman Śakti

    Disajikan sebuah topik mengenai Janman Śakti, artinya kelahiran kuat. Mari dimaknai ajaran luhur dalam konteks Wānnaprastha pada pustaka suci berikut ini, Mānava Dharma Śāstra Sloka IV.21 yang dikutip sebagai berikut: “ऋषि यज्ञं देवयज्ञं भूतयज्ञम् च सर्वदानृयज्ञं पितृयज्ञम् च यथा शक्ति न हापयेत्ṛṣi yajñaṁ deva yajñaṁ bhūta yajñam ca sarvadānṛ yajñaṁ pitṛ yajñaṁ ca yathā śakti…

  • Bangun Pura dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 24 Agustus 2026 Umat se-Dharma, jika dipahami dengan baik, belajar agama dan ajaran kedyatmikan/spiritual bukanlah untuk menyakiti orang lain dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa serta memperkokoh Budhi. Jika ajaran agama dan ajaran kesucian/spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan…

  • Filosofi Sugihan

    Mutiara WedaYogyakarta, 11/06/2026 Umat sedharma, salah satu kewajiban umat Hindu menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah melaksanakan upacara penyucian yang dikenal dengan Sugihan sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Galungan. Sugihan Jawa dan Sugihan Bali memiliki makna penyucian Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (diri manusia). Sugihan Jawa dilaksanakan pada Kamis Wage…

  • Visudha Karma

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/05/2025 Umat Se-dharma, dalam pustaka suci Weda menyebutkan:Sesungguhnya semua umat manusia memiliki kebebasan, bebas menentukan kehendaknya dan sepenuhnya pula bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri — Svatantra Katah. Demikian pula, tak satupun manusia bisa luput dari kerja walaupun hanya sesaat, oleh hukum alam manusia dibuat tidak berdaya untuk selalu bekerja. Kualitas perbuatan menentukan…