ETHIKA Menjaga Umat Manusia

Mutiara Weda
Yogyakarta, 13 September 2026

Umat se-Dharma, memperkokoh keyakinan dalam beragama, Sradha & Bhakti, dengan selalu merawat dan menjaga anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat Hindu.

Kebenaran dan kebajikan dijaga dengan perilaku yang baik. Begitu pula, sastra-sastra suci dijaga dengan keteguhan hati dan kesucian pikiran. Demikian juga halnya dengan kelahiran menjelma menjadi manusia di mayapada ini, yang harus dijaga dengan tuntunan ajaran agama, budi pekerti, dan etika yang baik.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu jangan pernah mengabaikan anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Jagalah dan rawatlah anugerah tersebut dengan selalu mengucapkan rasa syukur atau rasa Angayubagya. Niscaya, akan dapat terbangun rasa damai dan kemantapan hati (Atmanastuti), serta semakin kuatnya Sradha & Bhakti dalam beragama di dalam diri.

(Kitab Swastika Rana)

Mangku Gede Made Worda N.
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara
(PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Mohanya Karma

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/11/2025 Umat sedharma, hukum karma mengatur dinamika kehidupan semua makhluk hidup di alam semesta, yang mengakibatkan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi), baik kelahiran di sorga maupun kelahiran di neraka, dengan Karma-veśanā (jejak karmic/impuls karma) sebagai pengikut setianya. Ketidakmampuan mengendalikan nafsu indriya (indra) sebagai Mohanya Karma menyebabkan kaburnya kesadaran umat manusia. Hal ini dapat…

  • Upalaksana (SS. 140)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)21 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Upalaksana (SS. 140) Upalaksana berarti perbuatan jahat yang dapat menjadi sumber bencana besar. Bencana dapat terjadi akibat ulah jahat manusia itu sendiri. Ibarat seekor kijang yang melahirkan satu anak dan merawatnya dengan baik, sedangkan seekor serigala yang melahirkan enam sampai tujuh anak justru memakan anak-anaknya…

  • Dharma Śāsana

    Mutiara Weda Yogyakarta, 12/10/2025 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda Saṁhitā ada menyebutkan: “Satyabrūyat priyaṁ, priyaca nānṛta brūyād eṣa dharma sanātanam.” Hendaknya ia mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang; dengan ajaran Ethika Hindu menjadi pijakannya Dharma Śāsana. Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran yang semu dan menyakitkan serta jangan pula…

  • Tumbuhkan Rasa Kasih Sayang

    Mutiara WedaYogyakarta, 25/06/2025 Umat Se-Dharma,Dalam mengarungi kehidupan di dunia maya pada ini, tak bisa lepas dari Rwa Bhineda. Demikian pula, pengaruh sifat-sifat negatif selalu menghantui jiwa umat manusia yang perlu dikendalikan: sifat dengki, iri hati, atau Matsarya—sifat yang senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang. Jadikan rasa kasih sayang sebagai benteng dalam membangun…

  • Filosofi Satyavākyam

    Diuraikan topik Satyavākyam, artinya teguh kepada kebenaran. Mari dipahami ajaran luhur dalam pustaka suci Śiva Purāṇa 1.7.31 yang dikutip sebagai berikut: ईश्वर उवाच ।वत्सप्रसन्नोऽस्मि हरे यतस्त्वमीशत्वमिच्छन्नपि सत्यवाक्यम् ।ब्रूयास्ततस्ते भविता जनेषु साम्यं मया सत्कृतिरप्यलप्थाः ॥ ३१ ॥ īśvara uvācavatsaprasanno’smi hare yatastvam īśatvam icchann api satyavākyam |brūyās tataste bhavitā janeṣu sāmyam mayā satkṛtir apyalapthāḥ ॥ 31 ॥…

  • Harmoniskan Unsur Triguṇatattva dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/01/2026 Umat se-dharma,orang-orang bijak mengatakan bahwa pada zaman Kali Yuga ini musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan manusia mensinergikan unsur Tri Guṇa—sattva (kemurnian/keseimbangan), rajas (dinamika/nafsu), dan tamas (kegelapan/kemalasan)—di dalam diri. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan kṣamā (sikap memaafkan dan tahan uji) merupakan sifat bijak dan…