Pentingnya Menjaga Kesucian Diri

Mutiara Weda
Yogyakarta, 17/07/2025

Umat Se-dharma,

kesucian batin itu akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, dengan kesucian diri akan dapat membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati Sanatana Dharma.

Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi atau Hukum Ṛta ataupun Hukum Karma, dengan landasan kejujuran dalam mensinergikan pikiran, perkataan, dan perbuatan (Tri Kaya Sandhi).

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu marilah kita bangun kesucian diri dengan pengendalian indriya, sehingga dapat menghindarkan diri dari balutan kegelapan pikiran Sapta Timira serta tidak menjerumuskan diri ataupun membunuh diri dengan melakukan perbuatan melanggar norma-norma agama. Niscaya Cakra Dharma akan berputar secara sinergis — Satyam, Śivam, dan Sundaram — dalam menata tatanan kehidupan yang damai, rukun, dan harmonis, Manah Śānti maupun Parama Śānti.
(Yajur Veda 19.30)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Tunggalang Idep

    Rahajeng Rahina Suci KuninganDumogi Irage Ajeg Dalam Mengemban Dharma Mutiara WedaYogyakarta, 27 Juni 2026 Umat sedharma, dalam ajaran Tattva diungkapkan bahwa ketika seluruh tattva menyatu, maka seluruh objek tidak lagi tampak, sehingga citta (pikiran) dapat dipusatkan dalam dhyāna (meditasi). Menyatukan seluruh tattva yang berada di bawah kendali buddhi disebut eka citta atau eka buddhi, yang…

  • Himsa Karma & Unsur Penyupatan

    Umat Sedharma,Dalam susastra ada mengajarkan Ahimsa, ngaranya tanpa mati-mati; menyakiti dan membunuh makhluk hidup dengan semena-mena tidak dibenarkan dalam ajaran agama Hindu. Namun, melakukan Himsa Karma—perbuatan membunuh dengan tujuan kesucian—dapat menjadi suatu kewajiban, sebagaimana disebutkan dalam pustaka suci Weda. Dalam kitab suci Vrti Sasana tersurat bahwa melakukan perbuatan Himsa Karma atau membunuh makhluk hidup dengan…

  • Filosofi Kham Prakṛti

    Palangka Raya, 16.9.2025 Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Kham Prakṛti, artinya sifat alami langit atau eter. Ajaran mulia pada pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 dikutip sebagai berikut: भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव च ।bhūmir āpo ’nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā. Artinya:Tanah, air, api, udara, eter, pikiran, buddhi, dan…

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/01/2026 Umat se-dharma,bila dicermati dalam pustaka suci Weda tersurat bahwa tidak ada sahabat yang lebih luhur daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun. Melaksanakan perbuatan baik, śubha karma (perbuatan yang luhur), serta…

  • Filosofi Panditam Buddhah

    Disajikan topik filosofi Panditam Buddhah, yang berarti “pendeta bijaksana.” Mari dimaknai ajaran bhiksuka atau masa belajar pada tahapan bhiksuka, atau ajaran sannyasin, sebagaimana termuat dalam pustaka Bhagavad Gītā IV.19 yang dikutip sebagai berikut: “यस्य सर्वे समारम्भाः कामसङ्कल्पवर्जिताः ।ज्ञानाग्निदग्धकर्माणं तमाहुः पण्डितं बुधाः ॥ ४-१९॥yasya sarve samārambhāḥ kāma-saṅkalpa-varjitāḥjñānāgni-dagdha-karmāṇaṁ tam āhuḥ paṇḍitaṁ budhāḥ” Artinya:Ia yang bekerja dalam semua…

  • Vimatsaraḥ (BG IV.22)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Sabtu, 15 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Vimatsaraḥ (BG IV.22) Vimatsaraḥ berarti tanpa rasa permusuhan, iri hati, atau dengki. Dalam menghadapi berbagai keadaan yang berbeda atau dvandvātīta, seperti sukha ca duḥkha (senang dan sedih), lābha ca alābha (untung dan rugi), siddha ca asiddhau (sukses dan gagal), jaya ca ajaya (menang dan…