Hiṁsa Karma & Unsur Penyupatan

Mutiara Weda
Yogyakarta, 30/04/2026

Umat Sedharma, dalam susastra diajarkan: Ahimsa ngaranya tanpa mati-mati; menyakiti dan membunuh makhluk hidup dengan semena-mena tidak dibenarkan dalam ajaran agama Hindu. Namun demikian, melakukan Hiṁsa Karma, yaitu perbuatan membunuh dengan tujuan kesucian tertentu, dapat menjadi suatu kewajiban sebagaimana tersurat dalam pustaka suci Weda.

Dalam kitab suci Vṛtti Śāsana tersurat bahwa melakukan perbuatan Hiṁsa Karma atau membunuh makhluk hidup dengan tujuan tertentu dan niat kesucian dapat dilakukan dalam bentuk:

Dewa Pūjā : untuk persembahan dan pemujaan kepada Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa.

Atithi Pūjā : untuk perjamuan para tamu atau Nara Yajña.

Walikrama Pūjā : untuk pelaksanaan pecaruan.

Di samping itu, melakukan tindakan pembunuhan guna mempertahankan dan menyelamatkan diri ataupun membela negara dari berbagai ancaman, gangguan, dan tantangan juga dipandang sebagai suatu kewajiban suci; Saṅ śūra amenaṅi raṇāṅgana mamukti sukha wibhawa bhoga wiryawan … dan seterusnya.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu, dalam melakukan korban suci Hiṁsa Karma, benar-benar dilandasi dengan niat suci dan ketulusan batin agar memperoleh kualitas yajña yang sāttvika serta mengandung unsur-unsur penyupatan di dalamnya. Niscaya, kualitas dalam melakukan yajña atau korban suci akan dapat terwujud serta terbangunnya umat Hindu yang damai, rukun, dan harmonis.
(Nītiśāstra IV.2 & Slokantara, hlm. 195)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Saṅgraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • |

    Rahajeng Hari Suci Sugihan Jawa dan Sugihan Bali

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/04/2025 Umat sedharma, setiap umat Hindu haruslah menyadari bahwa menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu merayakan Hari Suci Sugihan sebagai rangkaian dari Hari Raya Galungan. Sugihan Jawa dan Sugihan Bali bermakna pensucian Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Sugihan Jawa dilaksanakan pada Kamis, Wage wuku Sungsang sebagai perlambang pensucian Makrokosmos /…

  • Dharma Pravṛtti

    Mutiara WedaYogyakarta, 24 Juli 2026 Umat Sedharma, Tiga sifat kemahakuasaan Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yaitu menciptakan, memelihara, dan melebur, merupakan perwujudan-Nya sebagai Tri Murti. Demikian pula, kelahiran (Utpatti), kehidupan (Sthiti), dan kembali ke asal (Pralina) yang dikenal sebagai Tri Kona, merupakan hukum kodrati Tuhan (Ṛta) yang berlaku bagi setiap makhluk hidup di alam…

  • Filosofi Brahman

    Palangka Raya, 15.5.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah topik tentang Filosofi Brahman, yang berarti Sang Hyang Siva sebagai pencipta, pemelihara, dan pengembali segala sesuatu ke asal-Nya. Mari kita pahami ajaran luhur tentang ketuhanan Hindu dalam pustaka suci Śiva Purāṇa 1.6.20-22 yang dikutip sebagai berikut: “सृष्टिः स्थितिश्च संहारस्तिरो भावोप्यनुग्रहः ।यस्मात्प्रवर्तते तस्मै ब्रह्मणे च त्रिशूलिने ॥…

  • Visudha Karma

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/05/2025 Umat Se-dharma, dalam pustaka suci Weda menyebutkan:Sesungguhnya semua umat manusia memiliki kebebasan, bebas menentukan kehendaknya dan sepenuhnya pula bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri — Svatantra Katah. Demikian pula, tak satu pun manusia bisa luput dari kerja walaupun hanya sesaat, oleh hukum alam manusia dibuat tidak berdaya untuk selalu bekerja. Kualitas perbuatan…

  • Perkuat Nurani dengan Nilai Dharma

    Mutiara Weda11/11/2025 Umat se-dharma, dalam susaastra tersurat: hendaknya ia mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang. Perkuatlah nurani dengan memperkuat nilai-nilai kebenaran (satyam). Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran semu yang menyakitkan, dan jangan pula mengucapkan kebohongan yang menyenangkan. Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita perkokoh dan pertebal hati…

  • Filosofi Yajñe Vadha

    Palangka Raya, 23.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah uraian filosofi Yajñe Vadha, artinya penyembelihan hewan untuk upacara agama. Mari dimaknai nilai luhur Yajñe Vadha dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra V.39 yang dikutip sebagai berikut: यज्ञार्थम् पशवः सृष्टाः स्वम् एव स्वयंभुवा ।यज्ञोऽस्य भूत्यै सर्वस्य तस्माद् यज्ञे वधोऽवधः ॥yajñārtham paśavaḥ sṛṣṭāḥ svam eva svayaṁbhuvā,yajño ’sya bhūtyai…