Prathisthita (BG. II.68)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
2.10.2026
Oleh I Ketut Subagiasta

Prathisthita artinya perkasa, teguh, kokoh, kuat, dan mantap.

Jadikanlah diri, lahir dan batin, senantiasa Prathisthita, tetap perkasa dalam menghadapi segala objek keinginan dalam kehidupan. Jangan biarkan diri dibimbangkan oleh berbagai godaan dan keinginan duniawi.

Mari kita membangun keteguhan diri, lahir dan batin, agar tetap kokoh dalam menjalani kehidupan.

Svasti ca sukhinah. Na kāma-kāmī. Svāhā.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Ahning Maneb Manah Nira

    Mutiara Weda Yogyakarta, 18/05/2026 Umat se-dharma, dalam susastra disebutkan: Dve karmāṇi naraḥ kurvan iha loke mahīyate; ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu tidak sekali-kali mengucapkan perkataan yang kasar (tan ujar ahala), serta tidak sekali-kali berpikiran untuk melakukan perbuatan jahat dan tercela. Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada…

  • Jñānādīpite (BG IV.27)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)20 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Jñānādīpite berarti dalam api Yajña. Ber-Yajña pada dasarnya adalah suci. Ber-Yajña bukan berarti jor-joran atau berlomba-lomba dalam kemewahan. Dalam pelaksanaannya, Yajña memiliki tingkatan kaniṣṭha, madhyama, dan uttama. Apa pun yang dipersembahkan dalam Yajña hendaknya dilakukan dengan tulus dan penuh keikhlasan. Pelaksanaan Yajña juga membutuhkan pengendalian…

  • Tumbuhkan Rasa Damai di dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/05/2026 Umat se-dharma, dalam susastra tersurat bahwa tatkala seseorang memiliki rasa benci kepada orang lain, hal itu sama nilainya dengan meminum racun. Kebencian akan membuat hidup terbebani secara terus-menerus selama belum mampu memaafkan, bahkan akan terus menempati ruang di hati secara cuma-cuma sehingga mengganggu proses berpikir, bertindak, dan menyebabkan seseorang tidak mampu mengeluarkan…

  • Medharmasanti

    Mutiara Weda21/03/2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda diungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, berpikirlah bersama, dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama.” Ajaran ini mengingatkan kita sebagai umat sedharma untuk selalu bersinergi dan bersatu guna mencapai tujuan bersama.Sahṛdayaṃ saṃmanasyam avidveṣaṃ kṛṇomi vaḥ. Ida Sang Hyang Widhi Wasa menganugerahkan sifat ketulusan, kesamaan batin, serta perasaan…

  • Kesadaran Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 01/10/2026 Umat Se-Dharma, dalam susastra ada ungkapan: Agne tapas tapyāmahe,upa tapyāmahe tapaḥ. Kesadaran dan kemampuan untuk mengekang serta mengendalikan seluruh Indriya akan menghadirkan pengetahuan rohani. Membangun sifat bijaksana dan sifat-sifat kedewataan dengan menghapus niat buruk serta niat jahat merupakan suatu keharusan dalam kehidupan. Oleh karena itu, marilah kita sebagai umat Hindu membangun kekuatan…

  • Membangun Kualitas Karma

    Mutiara WedaYogyakarta, 25 Mei 2026 Umat se-dharma, bila cinta kasih mengisi pikiran manusia, maka akan menjelma menjadi kebenaran (satya). Tatkala cinta kasih menyatakan dirinya dalam bentuk tindakan, maka ia menjadi dharma atau kebajikan. Demikian pula, apabila perasaan diliputi oleh cinta kasih, maka ia akan menjadi perwujudan kedamaian (śānti). Pada hakikatnya, melaksanakan cinta kasih adalah perbuatan…