Mānāpamānayos (BG. XIV.25)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
Kamis, 24.9.2026
Oleh I Ketut Subagiasta

Mānāpamānayos artinya kehormatan dan kehinaan.

Dalam kehidupan bersama, marilah kita saling menghormati dan menghindari sikap saling menghina. Dengan saling menghormati, kehidupan akan menjadi rukun dan damai. Sebaliknya, kehidupan yang dipenuhi penghinaan dapat menimbulkan konflik dan permusuhan.

Marilah kita menjalin pertemanan dan kemitraan. Jangan menciptakan pertentangan atau permusuhan. Kawan maupun lawan hendaknya tetap diperlakukan dengan sikap hormat. Kawan dan lawan merupakan bagian dari satu wadah kehidupan, dalam naungan masyarakat yang utuh, bersatu, penuh kecintaan, dan kerukunan.

Mari saling menghormati dan jangan saling menghina. Kendalikan sifat yang goyah dan penuh gejolak (Rajah/Rajas) serta sifat tamak dan gelap (Tamah/Tamas) dengan mengembangkan karakter yang bijaksana dan jernih (Sattwam/Sattva).

Semoga semua hidup sejahtera.

Svasti. Dhanyavadam (Suksma).

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Brahman Ātman Aikyam

    Mutiara WedaYogyakarta, 07/04/2026 Umat sedharma, mereka yang bahagia sesungguhnya adalah mereka yang percaya pada dirinya sendiri. Demikian pula, dalam mencapai kebebasan, diperlukan landasan ketulusan dan keluhuran buddhi. Ida Sang Hyang Widhi Wasa akan bersemayam di dalam lubuk hati yang paling dalam, yaitu padma hṛdaya, apabila dilandasi oleh keluhuran buddhi serta hati yang tenang, damai, dan…

  • Perkuat Nurani dengan Nilai Dharma

    Mutiara Weda11/11/2025 Umat se-dharma, dalam susaastra tersurat: hendaknya ia mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang. Perkuatlah nurani dengan memperkuat nilai-nilai kebenaran (satyam). Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran semu yang menyakitkan, dan jangan pula mengucapkan kebohongan yang menyenangkan. Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita perkokoh dan pertebal hati…

  • Filosofi Panditam Buddhah

    Disajikan topik filosofi Panditam Buddhah, yang berarti “pendeta bijaksana.” Mari dimaknai ajaran bhiksuka atau masa belajar pada tahapan bhiksuka, atau ajaran sannyasin, sebagaimana termuat dalam pustaka Bhagavad Gītā IV.19 yang dikutip sebagai berikut: “यस्य सर्वे समारम्भाः कामसङ्कल्पवर्जिताः ।ज्ञानाग्निदग्धकर्माणं तमाहुः पण्डितं बुधाः ॥ ४-१९॥yasya sarve samārambhāḥ kāma-saṅkalpa-varjitāḥjñānāgni-dagdha-karmāṇaṁ tam āhuḥ paṇḍitaṁ budhāḥ” Artinya:Ia yang bekerja dalam semua…

  • Cakra Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 2 Agustus 2026 Umat Sedharma, Sifat melayani nilai-nilai Dharma (Dharma Sevanam) merupakan bagian dari etos kerja atau Subha Karma yang sesuai dengan ajaran etika Hindu. Sikap melayani dalam menegakkan nilai-nilai kebajikan kepada sesama (Dharma Sevanam) akan membangun kesucian diri serta menjadi fondasi utama dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian akan…

  • Cakra Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/11/2025 Umat sedharma, sifat melayani akan nilai-nilai Dharma—Dharma Sevanam—merupakan bagian dari ethos kerja atau karma baik (śubha karma) sesuai ajaran Etika Hindu. Sifat melayani terhadap nilai-nilai kebajikan pada sesama melalui Dharma Sevanam akan mampu membangun kesucian diri serta menjadi pondasi dasar dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian akan lahir kemuliaan;…

  • Menabur Kebajikan sebagai Bentuk Yadnya Suci

    Mutiara WedaYogyakarta, 09/12/2025 Umat sedharma, ketika seseorang selalu menabur kebencian, hal itu merupakan pertanda bahwa di dalam dirinya hanya tersimpan kebencian. Sebaliknya, orang yang memiliki kebajikan (dharma) dapat dipastikan akan memancarkan ajaran kebenaran—dharma-vāhinī—dalam seluruh perjalanan hidupnya. Hanya orang yang sejuk di dalam hatinya yang mampu menemukan kesejukan, kedamaian, dan keharmonisan di luar dirinya. Sulit membayangkan…