Filosofi Kerti Pandita (Slokantara 7)

Mutiara Kata Dharma Sabdhanam Moukika
Tanggal 27.10.2026

Oleh I Ketut Subagiasta

Kerti Pandita artinya orang bijaksana berperilaku budiman. Kerti Pandita merupakan orang teladan bagi umat Hindu yang dijadikan panutan, yakni: a) Advesa, yaitu yang tidak bertindak mendendam; b) Sudharma, yaitu yang taat pada kebenaran kebajikan; c) Dharmika, yaitu yang setia patuh beragama Hindu; d) Upeksa, yaitu yang menghargai sesama manusia sekitarnya.

Mari dimaknai filosofi Kerti Pandita.

Svasti. Rahayu. Svaha. Suksma.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Vāyuh Prakṛti

    Palangka Raya, 15.9.2025 Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Vāyuh Prakṛti, artinya sifat alami angin. Ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 dikutip sebagai berikut: भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव च ।bhūmir āpo ’nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā. Artinya:Tanah, air, api, udara, eter, pikiran, buddhi, dan ego merupakan…

  • Filosofi Bindu ca Nāda

    Disajikan topik Bindu ca Nāda yang artinya titik dan suara.Mari dipahami ajaran luhur pada pustaka suci Śiva Purāṇa I.16.87 yang dikutip sebagai berikut: “बिंदुनादात्मकं सर्वं जगत्स्थावरजंगमम् ।बिंदुः शक्तिः शिवो नादः शिवशक्त्यात्मकं जगत् ॥ ८७॥biṁdunādātmakaṁ sarvaṁ jagatsthāvarajaṁgamam |biṁduḥ śaktiḥ śivo nādaḥ śivaśaktyātmakaṁ jagat || 87 || Artinya:Seluruh alam semesta yang terdiri dari yang bergerak dan yang…

  • Pentingnya Membangun Kedamaian dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 27 Mei 2026 Umat sedharma, dalam susastra diungkapkan pentingnya menyingkirkan niat-niat kotor dan niat-niat jahat yang bersemayam dalam diri, “āpma hato na somaḥ.” Dengan lebih menampakkan nilai-nilai kebajikan dan kemuliaan, serta menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan tercela dan jahat terhadap sesama, seseorang akan mampu menuju kebaikan, kemuliaan dalam berperilaku, serta terbangunnya kesucian…

  • Filosofi Catur Tapas

    Oleh I Ketut Subagiasta Diuraikan topik filosofi Catur Tapas yang berarti empat pengekangan. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci MĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA I-25 yang dikutip berikut ini. “तपो वाचं रतिं च इव कामं च क्रोधम् एव चसृष्टिं ससर्ज चैवेमां स्रष्टुम् इच्छन्निमाः प्रजाःtapo vācaṁ ratiṁ ca eva kāmaṁ ca krodham eva casṛṣṭiṁ sasarja caivemāṁ sraṣṭum icchannimāḥ…

  • Belajar Menyikapi Proses Kehidupan

    Mutiara WedaYogyakarta, 22 Juli 2026 Umat Sedharma, Dalam pustaka suci diungkapkan bahwa tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan. Demikian pula, tidak ada musuh yang lebih jahat daripada kemarahan (Krodha), tidak ada kesengsaraan yang melebihi ketamakan, dan tidak ada kebahagiaan yang melampaui kemampuan seseorang untuk melepaskan diri dari ikatan nafsu (Tyāga). Melepaskan diri dari cengkeraman…

  • Pritih (BG. I.36)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI(MUTIARA KATA DHARMA) 14 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Pritih (BG. I.36) Pritih adalah kebahagiaan, kesenangan, dan kenikmatan. Setiap perbuatan ada yang mengakibatkan kebahagiaan dan ada pula yang mengakibatkan kesengsaraan atau papam. Keduanya akan dinikmati hasilnya oleh karta atau pelaku. Kebahagiaan dan kesengsaraan (papam) selalu berdampingan sebagai buah dari perbuatan manusia. Oleh karena…