Filosofi Apara Labham (BG. VI.22)

Mutiara Kata Dharma Sabdhanam Moukika
Tanggal 26.10.2026

Oleh I Ketut Subagiasta

Apara Labham artinya tidak ada kedamaian yang lain, tidak ada keberuntungan yang lain. Tujuan terakhir kehidupan di jagat adalah kedamaian serta keberuntungan dan kebahagiaan yang tiada akhir. Sedangkan keberuntungan yang lain tidak diharapkan, karena hanya keberuntungan semu atau Anityam Labham.

Raihlah Nityam Labham atau Apara Labham, yakni Sukham Cittam atau Sukham Atyantikam. Bila meraih keberuntungan Sariram, maka Cittam Sukham tidak diperoleh. Itulah keberuntungan yang lain, hanya bersifat maya.

Intinya, filosofi Apara Labham adalah tercapainya Nityam Labham, yakni keberuntungan abadi, dapat menyatu Atman dengan Brahman.

Astungkara. Svaha Svasti. Dhanyavadam atau matur suksma.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Meyasa Kerti

    Mutiara Weda09/11/2025 Umat se-dharma, orang yang memiliki kualitas kerohanian samyagjñāna serta memahami berbagai pengetahuan suci—wruh ring sarva jñāna (mengerti seluruh pengetahuan suci)—tidak akan pernah menghiraukan niat-niat jahat maupun berbagai tipu muslihat dari orang yang berhati jahat. Jika direnungkan, sesungguhnya sumber kejahatan itu terletak pada hati nurani manusia—ri hati ya tonggwanya tan madoh ri awak (di…

  • Ngayah – Bentuk Karma Suci

    Mutiara WedaYogyakarta, 22 Juli 2025 Umat Se-Dharma, Dalam pustaka suci disebutkan:Kurvan eveha karmāṇi, jijīviṣet śataṁ samāḥ,… dst. Sesungguhnya hakikat hidup sebagai manusia yang terlahir di dunia ini adalah untuk melakukan kerja. Bekerja adalah suatu kewajiban dan bentuk kebajikan. Berbuatlah hanya demi kewajiban, bukan semata-mata karena hasil perbuatan yang diinginkan. Jangan pula pahala menjadi satu-satunya motif….

  • Hiranyagarbha

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/05/2025 Umat Se-Dharma,Jika disadari, sesungguhnya setiap umat manusia tidak akan pernah lepas dari tiga siklus alur kehidupan: Utpeti, Sthiti, dan Pralina (kelahiran, kehidupan, dan akhirnya menuju kematian atau kembali ke asal), sebagai tiga kemahakuasaan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tri Kona. Setiap manusia hidup ke dunia ini memiliki tenaga atau kekuatan yang…

  • Filosofi Brahman

    Palangka Raya, 15.5.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah topik tentang Filosofi Brahman, yang berarti Sang Hyang Siva sebagai pencipta, pemelihara, dan pengembali segala sesuatu ke asal-Nya. Mari kita pahami ajaran luhur tentang ketuhanan Hindu dalam pustaka suci Śiva Purāṇa 1.6.20-22 yang dikutip sebagai berikut: “सृष्टिः स्थितिश्च संहारस्तिरो भावोप्यनुग्रहः ।यस्मात्प्रवर्तते तस्मै ब्रह्मणे च त्रिशूलिने ॥…