Menabur Kebajikan sebagai Bentuk Yadnya Suci
Mutiara Weda
Yogyakarta, 22 Agustus 2026
Umat se-Dharma, ketika seseorang selalu menabur kebencian, suatu pertanda bahwa di dalam dirinya hanya ada kebencian. Akan tetapi, orang yang memiliki kebajikan/Dharma dapat dipastikan akan memancarkan ajaran kebenaran/Dharma Vahini dalam kehidupannya.
Hanya orang yang sejuk di dalam hatinya yang dapat menemukan kesejukan, kedamaian, dan keharmonisan di luar dirinya. Sulit membayangkan ada orang yang hidupnya menyejukkan, menenteramkan, dan damai jika di dalam hatinya selalu bergejolak rasa iri hati, benci, dan dendam.
Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu jangan pernah berhenti menabur kebajikan sebagai bentuk Yadnya Suci. Bangunlah kesejukan dan kedamaian dalam hati dengan selalu mengendalikan indria. Niscaya kehidupan yang Santih, Manah Santih, dan Parama Santih dapat terwujud.
(Kitab Ramayana & Panca Siskanya Angaji)
Mangku Gede Made Worda N.
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara
(PSN) Pusat
