Munayaḥ (Śiva Purāṇa 17)

DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)

I Ketut Subagiasta

Munayaḥ (Śiva Purāṇa 17)

Munayaḥ berarti orang-orang bijak. Dialog orang bijak mengajarkan tentang tujuan hidup yang ingin dicapai, yaitu mukti (kelepasan). Apakah sarana yang digunakan? Yaitu yajña, berupa persembahan yang nirmala (suci) sesuai dengan kemampuan. Apakah jenis-jenis yajña itu? Yaitu bhakti melalui sesajen atau persembahan, karma melalui kerja, jñāna melalui pengetahuan, serta yoga melalui samādhi, yakni penyatuan diri dengan Sang Hyang Niskala.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Damai dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/12/2025 Umat sedharma, manah (pikiran) merupakan sinar cahaya yang dapat mengembara ke mana-mana. Pikiran membimbing dan menuntun seluruh perilaku serta tindakan, menjadi sumber pengetahuan, sekaligus berfungsi sebagai perantara tercepat dalam diri manusia. Pikiran adalah penentu baik dan buruknya seseorang. Sebagai perantara yang paling cepat, pikiran mengawasi seluruh indria dan menjadikan niat atau tekad…

  • Brahman Ātman Aikyam

    Mutiara WedaYogyakarta, 07/04/2026 Umat sedharma, mereka yang bahagia sesungguhnya adalah mereka yang percaya pada dirinya sendiri. Demikian pula, dalam mencapai kebebasan, diperlukan landasan ketulusan dan keluhuran buddhi. Ida Sang Hyang Widhi Wasa akan bersemayam di dalam lubuk hati yang paling dalam, yaitu padma hṛdaya, apabila dilandasi oleh keluhuran buddhi serta hati yang tenang, damai, dan…

  • Menjaga Kesucian Pikiran

    Mutiara WedaYogyakarta, 06/08/2026 Umat Sedharma, dalam susastra disebutkan: Dve karmāṇi naraḥ kurvann iha loke mahīyate; ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu tidak sekali-kali mengucapkan perkataan yang kasar (tan ujar ahala) serta tidak sekali-kali berpikir untuk melakukan perbuatan jahat dan tercela. Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada bedanya…

  • Panditah (BG. II.11)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI(MUTIARA KATA DHARMA)10/07/2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Panditah (BG. II.11) Panditah adalah orang bijaksana. Berbuat bijaksana merupakan perbuatan panditah. Orang bijaksana tidak bergembira terhadap yang hidup dan tidak bersedih terhadap yang mati. Antara sukha dan duhkha, orang bijaksana tetap tampil tenang (prasanta) dan damai (santih). Umat Hindu wajib berkepribadian panditah atau bijaksana dalam melakoni…

  • Bangun Pura dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 06/05/2026 Jika ajaran agama dan ajaran kesucian spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan diri atau bersifat rājasika, sudah dapat dipastikan hal tersebut mencerminkan rendahnya kualitas rohani dan tingkatan spiritual yang dimiliki, sehingga cenderung melahirkan kerasnya jiwa serta matinya rasa. Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi suatu kewajiban untuk membangun pura…

  • Tri Mala Pakṣa

    Mutiara WedaYogyakarta, 14/04/2026 Umat sedharma, jika dicermati dari ajaran etika Hindu, terdapat tiga sifat buruk atau kotor yang kerap melekat dalam diri manusia sebagai akibat dari pengaruh indriya (nafsu) yang tidak terkendali. Sifat-sifat ini dapat mengganggu soliditas, kenyamanan, kerukunan, dan kedamaian. Oleh karena itu, pengendalian gerak pikiran menjadi faktor penting dalam kehidupan, yang dikenal sebagai…