Rahasyajñāna

Mutiara Weda
Yogyakarta, 19/06/2026

Umat sedharma, pustaka suci Weda yang menjadi pegangan, pedoman, dan tuntunan bagi umat Hindu sering juga disebut sebagai Kitab Rahasia karena di dalamnya banyak mengandung ajaran yang bersifat rahasia (rahasyajñāna). Untuk memudahkan memahami isi kandungan pustaka suci Weda, Mahaṛṣi Vālmīki melalui karya sastra Rāmāyaṇa dan Mahaṛṣi Vyāsa melalui epos besar Mahābhārata menyampaikan ajaran-ajaran Itihāsa guna membantu umat memahami kandungan pustaka suci Weda. Kedua karya tersebut menjadi sumber sejarah yang sangat penting dalam tradisi Hindu.

Itihāsa seperti Rāmāyaṇa maupun Mahābhārata bukanlah cerita dongeng atau kisah fiktif, melainkan peristiwa yang benar-benar terjadi (Ākhyāyikopalabdhārtha). Pada mulanya, berbagai peristiwa sejarah tersebut disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi secara turun-temurun. Setelah manusia mengenal huruf dan tradisi tulis, kisah-kisah tersebut kemudian dituliskan kembali. Dalam kitab Amarakośa, yang disusun oleh pujangga besar Amarasiṁha, disebutkan bahwa salah satu nama lain dari Itihāsa adalah Ākhyāyikā.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu kita berkewajiban memahami isi pustaka suci Weda secara utuh, bertahap, berjenjang, dan komprehensif. Mengingat isi pustaka suci Weda bersifat rahasia (rahasyajñāna) dan ādhyātmika (kerohanian), maka diperlukan bimbingan seorang guru rohani dalam mempelajarinya. Dengan demikian, Śraddhā dan Bhakti umat sedharma niscaya akan semakin kuat dan kokoh.

(Weda Sabda Suci, hlm. 6)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Perkuat Nurani dengan Nilai Dharma

    Mutiara Weda11/11/2025 Umat se-dharma, dalam susaastra tersurat: hendaknya ia mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang. Perkuatlah nurani dengan memperkuat nilai-nilai kebenaran (satyam). Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran semu yang menyakitkan, dan jangan pula mengucapkan kebohongan yang menyenangkan. Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita perkokoh dan pertebal hati…

  • Yajñākṣapitakalmaṣāḥ (BG. IV.40)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)23 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Yajñākṣapitakalmaṣāḥ artinya yajña yang melebur dosa-dosa. Ada aneka jenis yajña atau yajñavidah. Ada daun (patram), bunga (puṣpam), buah (phalam), air (toyam/tīrtha), api (agni), dan mantra (mantram). Semua jenis sarana yajña (yajñavidah) merupakan bentuk persembahan yang berfungsi untuk melebur dosa-dosa umat Hindu. Mari kita maknai filosofi…

  • Ilmu & Racun dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 25/11/2025 Umat sedharma, jika direnung-renungkan dalam sebuah paribasa (peribahasa), pengetahuan yang tidak digunakan itu sesungguhnya adalah racun dalam diri. Begitu pula halnya makanan akan menjadi racun tatkala pencernaannya kurang baik. Demikian juga dalam hal berdiskusi, Tarkavāda (perdebatan logis) dapat menjadi racun bagi orang yang miskin atau kurang ilmunya. Orang yang tahu, tetapi tidak…

  • Bhoga-Svātantrya

    Mutiara WedaYogyakarta, 14/06/2026 Umat sedharma, dalam sesanti Hindu disebutkan: Ala Ulah Ala Tinemu, Ayu Kinardi Ayu Pinanggih. Benih padi yang ditanam, padi pulalah yang akan dipetik nantinya. Begitu pula benih jagung yang ditanam, jagung pulalah yang akan menjadi hasilnya. Demikianlah Hukum Karma Phala bekerja dalam kehidupan manusia. Manusia tidak memiliki kebebasan untuk menentukan hasil dari…

  • Filosofi Tumpek Wayang

    Ada sumber dalam pustaka suci Siva Purana yang berisi ajaran tentang seni pada sloka 1.6.26, dikutip berikut ini: “वीज्यमानं विशेषजैः स्त्रीजनैस्तीव्रभावनैः ।शस्यमानं सदावेदैरनुगृह्णंतमीश्वरम् ॥ २६ ॥vījyamānaṁ viśeṣajaiḥ strījanaistīvrabhāvanaiḥ |śasyamānaṁ sadāvedairanugṛhṇaṁtamīśvaram || 26 ||” Artinya:Beliau dikipasi oleh para ahli dalam seni yang penuh perhatian. Kitab-kitab Veda memuji-muji Beliau. Tuhan memberkati setiap orang. Maknanya adalah bahwa Hyang…

  • Kitab Suci Weda: Pemersatu Umat Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 25 Juli 2026 Umat Sedharma, Dalam pustaka suci disebutkan: Śrutis tu vedo vijñeyo dharmaśāstram tu vai smṛtiḥte sarvārtheṣv amīmāṁsye tābhyāṁ dharmo hi nirbabhau Artinya: Yang dimaksud dengan Śruti adalah Weda, sedangkan Smṛti adalah Dharmaśāstra. Kedua pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenaran ajarannya, karena keduanya merupakan sumber Dharma serta menjadi pegangan hidup (agem-ageman)…