Lobha (SS. 400)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
Kamis, 13 Agustus 2026
Oleh I Ketut Subagiasta

Lobha (SS. 400)

Lobha adalah sifat tamak dan rakus. Kehidupan yang silih berganti antara suka dan duka (sukha-duḥkha) pada awalnya bersumber dari kebodohan (ajñāna). Kebodohan tersebut dapat berkembang menjadi lobha, yaitu sifat tamak dan rakus, yang pada akhirnya menjadi salah satu sumber kesengsaraan dalam kehidupan (saṁsāra), berupa kelahiran (bhava) dan kematian (mṛtyu atau pralina).

Marilah kita berupaya mengentaskan ajñāna atau kebodohan serta lobha atau sifat tamak dan rakus, agar terhindar dari kesengsaraan kehidupan atau saṁsāra janma.

Svaha.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sevaka Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 14/07/2025 Umat Sedharma, dalam sastra ada tersurat bahwa dilahirkan hidup menjelma menjadi manusia, ingkar akan pelaksanaan Dharma, bahkan bingung dengan agamanya, apalagi hanya mengejar kenikmatan, kepuasan duniawi, serta berhati tamak — orang semacam ini disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya hidup menjelma menjadi manusia sangatlah utama, suatu kesempatan untuk memperbaiki / membenahi…

  • Sanātana Dharma: Kebenaran Sejati

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/02/2026 Umat Se-dharma, dalam sesanti Hindu ada tersurat bahwa kesucian batin itu akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula dengan kesucian diri akan dapat membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati, Sanātana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum…

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/06/2025 Umat Se-Dharma, Di dalam sastra suci Hindu diungkapkan bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun. Melakukan perbuatan baik (Subha Karma) dan mensinergikan antara pikiran,…

  • Dharmas tretāyām (Manu Dharmaśāstra I.85)

    DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA) Oleh I Ketut Subagiasta Dharmas tretāyām mengajarkan agar Dharma senantiasa ditegakkan atau kebajikan selalu dilaksanakan pada setiap zaman, baik pada Kṛta Yuga, Tretā Yuga, Dvāpara Yuga, maupun Kali Yuga. Orang yang menegakkan kebajikan adalah mereka yang tetap teguh sepanjang masa dan tidak pernah surut semangatnya. Kapan pun dan dalam keadaan…

  • Kṛtakṛtya-Ātmarati

    Mutiara Weda20/01/2025 Umat Se-dharma, dalam Susastra disebutkan bahwa untuk mengarungi kehidupan yang sempurna (Kṛtakṛtya) dengan limpahan kesenangan dan kebahagiaan (Ātmarati), penerapan nilai-nilai ajaran Dharma adalah hal yang tidak terpisahkan. Mengamalkan dan mengaplikasikan ajaran Dharma pada diri sendiri untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta disebut Dharma Sadhana atau Catur Dharma Sadhana, yang merupakan Sesarining Dharma….

  • Tampakkan Perilaku yang Sāttvika

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/06/2025 Umat Sedharma,Tiga gerak pikiran umat manusia sebagai pengendali utama dari hawa nafsu di antaranya adalah: tidak iri hati/tidak dengki, tidak menyakiti makhluk lain, serta percaya dan yakin akan kebenaran ajaran Hukum Karma Phala. Membangun perilaku yang sāttvika dalam perbuatan, perkataan, maupun dalam berpikir menjadi suatu kewajiban dan menjadi tujuan utama terlahir atau…