Harmoniskan Unsur Trigunatattwa dalam Diri

Mutiara Weda
Yogyakarta, 10 September 2026

Umat se-Dharma, orang-orang bijak mengatakan bahwa di zaman Kaliyuga ini, musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan ada di dalam diri sendiri akibat ketidakmampuan menyinergikan unsur Tri Guna, yaitu Sattvam, Rajas, dan Tamas, dalam diri.

Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (Ksama) merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam serta terjaga dalam diri setiap umat Hindu guna meningkatkan kualitas rohani menuju tingkatan spiritualitas yang memiliki kekuatan dalam membangun kerukunan umat Hindu. Segala sifat keras hati dan penuh ego hanya dapat dikalahkan dengan sikap amulatsarira, anyekung jnana, serta pengendalian diri, Suluh Nikang Prabha.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu membangun kedamaian dan keharmonisan, dimulai dari dalam diri masing-masing. Tingkatkan kualitas rohani melalui pengekangan dan pengendalian diri (Tapa), serta tampilkan kepribadian yang lebih satwika dengan melatih Vak, Manah, dan Kaya. Semua itu dilakukan dengan menyinergikan unsur Trigunatattwa dalam diri.

Niscaya, kedamaian dan kerukunan dalam kehidupan akan dapat terwujud sebagai landasan menuju Maha Samadhi atau alam kemoksan nantinya.

(BG. 37–40 & Serat Witaradya)

Mangku Gede Made Worda N.
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara
(PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Bersahabatlah dengan Kesabaran

    Mutiara Weda Yogyakarta, 08/05/2026 Umat se-dharma, jika dicermati, hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini ibarat cakra manggilingan yang terus berputar silih berganti; terkadang berada di atas dan terkadang berada di bawah, penuh dengan berbagai cobaan dan tantangan hidup. Ibarat seorang peselancar di samudera luas, tanpa adanya ombak yang ganas, ia tidak akan pernah mengetahui…

  • Phala (BG XVII.21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)26 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Phala (BG XVII.21) Phala berarti pahala atau hasil dari suatu perbuatan. Dānam atau pemberian hendaknya dilakukan dengan tulus, tanpa rasa kesal, dan dilandasi kesucian hati. Pemberian yang mengharapkan imbalan menunjukkan sifat rajas, sedangkan pemberian yang dilakukan dengan penuh ketulusan merupakan wujud sifat sattwam. Baik…

  • Adveṣṭā Sarva Bhūtānām

    Mutiara Weda Yogyakarta, 17/05/2026 Umat se-dharma, jika disadari, sesungguhnya segala bentuk pemujaan ataupun tapa hanyalah untuk mengendalikan pikiran. Pikiran merupakan penyebab keterikatan ataupun kebebasan. Demikian pula, pikiran adalah rajanya nafsu (rājendriya). Oleh sebab itu, setiap manusia hendaknya mengarahkan pikirannya agar tetap tenang dan terkendali (nirodha), sehingga dapat terpusat kepada-Nya melalui dhyāna. Orang yang disayang Tuhan…

  • Bangun Keseimbangan di Dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/04/2026 Umat sedharma, pemusatan dan pengendalian pikiran dari pengaruh indria atau hawa nafsu (citta vṛtti nirodhaḥ) merupakan faktor penting dalam menjalankan kehidupan di dunia ini, yakni di alam saṃsāra. Orang yang mampu mengendalikan dirinya dari pengaruh indria dan hawa nafsu diibaratkan seperti kura-kura yang menarik seluruh anggota tubuhnya ke dalam cangkangnya. Orang yang…

  • Budhi Pijakan dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/09/2025 Umat se-dharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu ketika akan bertutur kata dan bertindak, sehingga menghasilkan karma baik atau śubha karma nantinya. Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan agar pikiran dapat terkendali dan berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan demikian, akan lebih…