Karma & Hukum Yadnya

Mutiara Weda
Yogyakarta, 13/08/2026

Umat Sedharma, hakikat hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk bekerja. Bekerja merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap umat Hindu. Tidak sekejap pun manusia dapat hidup tanpa bekerja. Melaksanakan tugas, kewajiban, dan tanggung jawab sendiri (Svadharma), walaupun belum sempurna, lebih mulia daripada melaksanakan tugas orang lain.

Melaksanakan tugas dan kewajiban diri sendiri sesuai dengan ajaran agama disebut Svadharma, sedangkan melaksanakan tugas dan kewajiban orang lain disebut Paradharma.

Maka dari itu, marilah sebagai umat Hindu senantiasa menyadari tugas dan kewajiban masing-masing (Svadharma) serta mengembangkan tatanan kehidupan umat Hindu yang baik dan benar, dengan berkeyakinan bahwa kerja tanpa pamrih (Lascarya) merupakan salah satu bentuk pengamalan Yadnya. Niscaya, dengan demikian kita akan dapat memahami hakikat Mekarma yang sebenarnya, yaitu menjalankan Svadharma dengan landasan ketulusan.

(BG III.5, 8 & Weda Samhita)

Mangku Gede Made Werdha N
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Menjaga Kesucian Budhi

    Mutiara Weda15/01/2025 Umat se-dharma, dalam susastra Hindu ada menyebutkan tresna hi sarvapapista nityodvegakari mata; sifat rakus, loba, dan serakah merupakan sumbernya bencana. Segala macam bentuk bencana atau kejahatan yang ditimbulkan oleh sifat rakus dan sejenisnya yang menyebabkan kebencian dan ketakutan orang lain disebut tresna. Tak ada sesuatu di dunia ini yang dapat memenuhi tresna, orang…

  • Bangun Pura dalam Diri

    Mutiara Weda22/03/2026 Umat sedharma, jika dipahami bahwa belajar agama dan ajaran kerohanian bukanlah untuk menyakiti orang lain, dan bukan pula untuk memerangi sesama, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa serta memperkokoh buddhi. Apabila ajaran agama dan ajaran kesucian spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar untuk memamerkan diri (rājasika), maka…

  • Jangankan Manusia, Binatang pun Butuh Kedamaian

    Mutiara WedaYogyakarta, 11/08/2026 Umat Sedharma, Manah atau pikiran merupakan sinar cahaya yang dapat mengembara ke mana-mana, membimbing dan menuntun seluruh perilaku atau tindakan. Pikiran juga menjadi sumber pengetahuan serta perantara atau penghubung yang paling cepat. Pikiran merupakan penentu baik atau buruknya seseorang. Sebagai perantara yang paling cepat, pikiran mengawasi seluruh indriya dan menjadikan niat serta…

  • Satya-Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 08/08/2026 Umat Sedharma, dalam susastra Hindu disebutkan: Satyam nāsti paro dharmo, nānṛtaṁ pātakaṁ param: tidak ada Dharma atau kewajiban suci yang lebih tinggi daripada kebenaran (Satya), dan tidak ada dosa yang lebih rendah daripada dusta. Di mana ada Satya, di sanalah pasti ada Dharma. Kebenaran dan kebajikan tidak dapat dipisahkan serta senantiasa berdampingan…

  • Berbuat dengan Ketanpaakuan

    Mutiara WedaYogyakarta, 14/02/2025 Umat se-dharma, dalam susastra ada mengungkapkan: orang yang memiliki keinginan untuk berbuat bebas tanpa keakuan dapat dipastikan akan mendapatkan kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya. Orang yang berjiwa sabar, tenang & tulus ibaratkan air yang masuk ke dalam samudra, walaupun terus-menerus namun tetap tenang tak bergerak. Demikian juga halnya dengan orang yang berjiwa…

  • Dharma Sādhana sebagai Sesarining Dharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 30 Juni 2026 Umat Se-dharma, dalam susastra diungkapkan bahwa untuk mewujudkan kehidupan yang sempurna, yaitu kṛtakṛtya (kehidupan yang telah memenuhi tujuan), dengan limpahan kesenangan dan kebahagiaan, yaitu ātmarati (kebahagiaan batin), tidak dapat dilepaskan dari kualitas penerapan nilai-nilai ajaran Dharma. Mengamalkan dan mengaplikasikan ajaran Dharma pada diri sendiri sebagai jalan menuju Sang Maha…