Perkuat Nurani dengan Nilai Dharma

Mutiara Weda
Yogyakarta, 20 Juni 2026

Umat sedharma, dalam susastra tersurat:

“Hendaknya seseorang mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang lain.”

Perkuatlah hati nurani dengan memperkuat nilai-nilai kebenaran, yaitu Satyam.

Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran semu yang menyakitkan, dan jangan pula mengucapkan kebohongan yang menyenangkan.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu memperkokoh dan mempertebal hati nurani dengan mengamalkan nilai-nilai Dharma yang berlandaskan Tri Kāya Pariśuddha. Niscaya akan terbangun umat Hindu yang śāntiḥ, manaḥ śāntiḥ, dan parama śāntiḥ, baik lahir maupun batin.

(Manu Dharmaśāstra IV.138; Sarasamuccaya 75)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Dewa Agni

    Disajikan sebuah topik Dewa Agni, artinya Dewa Api. Mari dimaknai isi ajaran luhur dari pustaka suci Bhagavad Gītā VIII.24 yang dikutip sebagai berikut: अग्निर्ज्योतिरहः शुक्लः षण्मासा उत्तरायणम् ।तत्र प्रयाता गच्छन्ति ब्रह्म ब्रह्मविदो जनाः ॥ ८-२४॥agnir jyotir ahaḥ śuklaḥ ṣaṇ-māsā uttarāyaṇam,tatra prayātā gacchanti brahma brahma-vido janāḥ. Artinya:Api, cahaya, siang hari, purnama dan enam bulan waktu matahari…

  • Singkirkan Rasa Benci & Jauhkan Niat-Niat Jahat dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/02/2025 Umat se-dharma, dalam susastra ada mengungkapkan: Papma hato na somah, singkirkan niat-niat jahat yang bersemayam dalam diri dan kejarlah selalu nilai-nilai perilaku kebajikan & kemuliaan. Menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan tercela & jahat terhadap sesama merupakan suatu keharusan untuk menuju kebaikan, kemuliaan, serta terbangunnya kesucian batin. Oleh karena itu, sebagai umat…

  • Sadhunam (BG IV.8)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)5 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Sadhunam (BG IV.8) Sadhunam adalah orang-orang yang baik. Tuhan Yang Maha Esa dipercaya senantiasa melindungi (paritrāṇāya) orang-orang yang baik atau sadhunam. Sebaliknya, keadilan Tuhan Yang Maha Esa juga dipercaya membinasakan (vināśāya) orang-orang yang jahat (duṣkṛtām). Umat sedharma, marilah menjadi sadhunam, jangan menjadi duṣkṛtām. Ṛta Prakṛti,…

  • Jñānādīpite (BG IV.27)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)20 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Jñānādīpite berarti dalam api Yajña. Ber-Yajña pada dasarnya adalah suci. Ber-Yajña bukan berarti jor-joran atau berlomba-lomba dalam kemewahan. Dalam pelaksanaannya, Yajña memiliki tingkatan kaniṣṭha, madhyama, dan uttama. Apa pun yang dipersembahkan dalam Yajña hendaknya dilakukan dengan tulus dan penuh keikhlasan. Pelaksanaan Yajña juga membutuhkan pengendalian…

  • Catur Weda Sebagai Weda Inti

    Umat Se-Dharma,Dalam pustaka suci ada menyebutkan:“Šrutistu vedo vijñeyo dharmaṡāstram tu vai smṛtiáte sarvātheṣva mimāmsye tābhyāṁ dharmohi nirbabhau” Artinya:Yang dimaksud dengan Sruti adalah Veda, dan dengan Smrti adalah Dharmasastram. Kedua pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenaran ajarannya, karena keduanya adalah sumber Dharma. Hindu yang membumi dengan kebinekaan bukan berarti memiliki kitab suci yang berbeda-beda atau…

  • Martyasya Rakṣa (Yajurveda III.30)

    DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA) 25 Juni 2026 Oleh I Ketut Subagiasta Martyasya Rakṣa (Yajurveda III.30) Martyasya Rakṣa berarti “selamatkanlah semuanya”. Tekunlah melestarikan lagu-lagu suci keagamaan dan rajin melaksanakan yajña. Hindarkan sikap ego atau ahaṅkāra (keangkuhan diri), serta jauhilah sikap kekerasan dalam hidup atau hiṁsā karma (perbuatan menyakiti). Bagikan ke: