Lepaskan Diri dari Balutan Nafsu

Mutiara Weda

Yogyakarta, 10/05/2026

Umat se-dharma, dalam pustaka suci diungkapkan bahwa tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan. Demikian pula, tidak ada musuh yang lebih jahat daripada kemarahan (krodha), tidak ada kesengsaraan yang menyamai kelobaan, dan tidak ada kebahagiaan yang melebihi kemampuan seseorang dalam melepaskan ikatan nafsu (tyāga).

Melepaskan diri dari cengkeraman nafsu menjadi suatu keharusan pada zaman ini, baik dalam bekerja, bergerak, maupun dalam memenuhi kebutuhan hidup sebagaimana dilakukan orang lain. Namun demikian, hendaknya hati tetap bebas dari kegelisahan yang ditimbulkan oleh nafsu tersebut.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu menyikapi proses kehidupan duniawi ini dengan merasakan kesepian di tengah keramaian, dan merasakan kedamaian batin di dalam kesunyian. Niscaya, kebahagiaan hidup akan dapat dirasakan. (Kitab Slokāntara 39.54)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Gunakarma (BG IV.13)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)6 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Gunakarma (BG IV.13) Gunakarma adalah sifat, keahlian, profesi, atau pekerjaan yang dimiliki seseorang. Keutamaan umat Hindu ialah memiliki sifat, keahlian, profesi, atau pekerjaan yang berkompeten serta berlandaskan Dharma. Kartanam berarti penekun profesi, seperti penekun kerohanian (Brahmana), penegak ketertiban dan pelindung masyarakat (Ksatriya), penekun bidang ekonomi…

  • Punarjanma (BG IV.9)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)2 Agustus 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Punarjanma (BG IV.9) Punarjanma adalah kelahiran kembali. Punarjanma atau Punarbhawa merupakan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dalam kehidupan. Selama hidup di dunia ini, tabunglah sebanyak mungkin kebajikan, kebenaran, dan kemuliaan. Himpunlah Subhakarma sebagai bekal menuju Śivaloka dan Divyamloka, alam kedewataan. Tujuan tertinggi kehidupan adalah mencapai…

  • Bhavana (BG. II.66)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)16.7.2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Bhavana (BG. II.66) Bhavana adalah ketenangan pikiran. Konsentrasi dan ketenangan pikiran memerlukan kecerdasan atau buddhi, memerlukan kedamaian atau śānti (santih), serta memerlukan konsentrasi atau dhyana, demi meraih sukham sakala niskala, yaitu kebahagiaan lahir dan batin. Bagikan ke:

  • Tutur Agama Menjaga Manusia

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/06/2026 Umat sedharma, menjaga dan merawat anugerah Tuhan merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat manusia. Kebenaran dan kebajikan dijaga melalui perilaku yang baik. Begitu pula sastra-sastra suci dijaga dengan keteguhan hati dan kesucian pikiran. Demikian pula halnya dengan kelahiran sebagai manusia yang dapat dijaga melalui tuntunan agama, budi pekerti, dan etika yang baik….

  • Pentingnya Membangun Soliditas

    Mutiara Weda16/02/2026 Umat Sedharma, dalam pustaka suci Weda Saṃhitā ada mengungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, pikirkan bersama-sama, dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama.” Ajaran ini mengajarkan kepada kita umat Sedharma untuk selalu bersinergi dan bersatu guna mencapai tujuan bersama. Sahṛdayaṃ saṃmanasyam avidveṣaṃ kṛṇomi vaḥ … dan seterusnya. Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan…

  • Satvika Vidya vs Ahangkara Jnana

    Mutiara WedaYogyakarta, 14 Juli 2026 Umat Se-Dharma, jika direnungkan, manah atau pikiran sesungguhnya merupakan sumber penyebab penderitaan dan kesengsaraan apabila tidak terkendali, dicemari oleh liarnya hawa nafsu, serta berbagai macam kekotoran ahangkara jnana. Sebaliknya, apabila pikiran bersih dan suci, tidak dihinggapi kekacauan, tidak dibelenggu oleh hawa nafsu, serta dipenuhi oleh Satvika Vidya, itulah hakikat kedamaian…