Filosofi Dhirah

Palangka Raya, 22.10.2025

Disajikan topik filosofi Dhirah, artinya orang bijaksana. Mari dipahami ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā II-13 yang dikutip sebagai berikut:

“देहिनोऽस्मिन्यथा देहे कौमारं यौवनं जरा ।
तथा देहान्तरप्राप्तिर्धीरस्तत्र न मुह्यति ॥ २-१३॥
dehino ‘smin yathā dehe kaumāraṁ yauvanaṁ jarā
tathā dehāntara-prāptir dhīras tatra na muhyati
“
Artinya:
Sebagaimana halnya sang roh itu ada pada masa kecil, masa muda, dan masa tua, demikian juga dengan diperolehnya badan baru, orang bijaksana tak akan tergoyahkan.

Makna mulia filosofi Dhirah, yakni orang bijaksana yang digalang secara komitmen luhur sejak awal sampai saatnya pada masa Wanaprastha, selalu stabil dari masa ke masa dan selalu berbuat bijaksana, antara lain sebagai berikut:

  1. Kumāram – artinya masa kanak-kanak. Maknanya, masa kanak-kanak dilalui dengan baik dan rahayu, taat, patuh, serta sehat dan cerdik.
  2. Yauvanam – artinya masa remaja. Maknanya, saat remaja dilalui dengan disiplin, belajar rajin, tekun menuntut ilmu, sehingga menjadi remaja sampai dewasa yang pintar (harati), cerdas, dan terampil; hidup terlatih, tertib, teratur, dan mapan sebagai orang patuh dalam kehidupan bersosial.
  3. Jarā – artinya masa usia tua. Maknanya, masa Grhastha sudah diteruskan oleh generasi keluarga (putra-putri). Masa usia tua dijalani sebagai Wanaprastha dengan bijaksana, disiplin, ulet, dan pengendalian diri secara tenang dan damai, siap menuju masa Bhiksuka. Masa Wanaprastha dilalui dengan teguh, kokoh, tangguh, dan tidak tergoyahkan (na muhyati).

Pada dasarnya, makna filosofi Dhirah adalah kondisi sebagai orang bijaksana yang ditekuni secara disiplin sejak Kumāram, masa Yauvanam, sampai masa Jarā atau masa usia lanjut saat Wanaprastha yang tangguh dan tidak tergoyahkan. Semoga masa Wanaprastha rahayu.
Svāhā. Kṣamā ca kṣami.

Oleh I Ketut Subagiasta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Jadikan Doa Sebagai Benteng

    Mutiara WedaYogyakarta, 16/09/2025 Umat se-dharma, umat Hindu memiliki keyakinan bahwa memuja kebesaran, keagungan, dan kemuliaan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Ida Sang Hyang Parama Kawi adalah suatu kewajiban (Nama Smaraṇam). Serta, selalu mendekatkan dan berpasrah diri ke hadapan-Nya dengan memancarkan doa-doa pujaan sebagai Kavaca (pagar pelindung) dalam diri masing-masing. Pengucapan doa-doa pujaan atau…

  • Filosofi Panca Suna Grhasthasya

    Palangka Raya, 13.7.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah ajaran luhur dengan topik utama Panca Suna Grhasthasya, artinya seorang kepala rumah tangga memiliki lima macam penyembelihan, sesuai ajaran luhung pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA III-68, yang dikutip sebagai berikut: “पञ्च सूना गृहस्थस्य चुल्ली पेषण्यु पस्करःकण्डनी चोदकुम्भश्च बध्यते यास्तु वाहयन्”pañca sūnā gṛhasthasya cullī peṣaṇyu paskaraḥkaṇḍanī codakumbhaśca badhyate…

  • Filosofi Dharmādharmā

    Oleh I Ketut Subagiasta Diuraikan bahwa filosofi dharmādharmā berarti ajaran tentang kebenaran dan ketidakbenaran. Marilah kita memahami ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra I.26 berikut: “karmaṇāṃ ca vivekārthaṃ dharmādharmau vyavecayat, dvandvair ayojayac cemāḥ sukha-duḥkhādibhiḥ prajāḥ.” Terjemahan: “Lagi pula, untuk membedakan tingkah laku ciptaan-Nya, Ia membedakan tujuan antara dharma dan adharma, serta menjadikan makhluk mengalami…

  • Sentuhan Pancaran Sinar Suci

    Mutiara Weda Yogyakarta, 5 Juli 2026 Umat Se-dharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk mendapatkan rasa cinta kasih sayang dari-Nya yang senantiasa terpancar kepada seluruh ciptaan-Nya. Pancaran kasih sayang Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagaikan sinar matahari yang menyinari bumi beserta seluruh alam semesta dan segala isinya. Mereka…

  • Filosofi Candramasi

    Disajikan uraian dengan topik Filosofi Candramasi, artinya yang ada dalam bulan. Mari dipahami dengan bijak ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā – XV-12 yang dikutip sebagai berikut: “यदादित्यगतं तेजो जगद्भासयतेऽखिलम् । यच्चन्द्रमसि यच्चाग्नौ तत्तेजो विद्धि मामकम् ॥ १५-१२॥ yad āditya-gataṁ tejo jagad bhāsayate ‘khilam, yac candramasi yac cāgnau tat tejo viddhi māmakam. Artinya: Cahaya,…

  • Bangun Kebersamaan Umat Hindu

    Mutiara Weda Yogyakarta, 2 Juli 2026 Umat Se-dharma, dalam Kitab Suci Weda diungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, berpikirlah bersama-sama, dan rumuskanlah sesuatu untuk tujuan bersama.” Ajaran ini mengajarkan kepada umat Se-dharma agar senantiasa bersinergi dan bersatu dalam mencapai tujuan bersama. Sahṛdayaṃ sāmanasyaṃ avidveṣaṃ kṛṇomi vaḥ. Ida Sang Hyang Widhi Wasa menganugerahkan ketulusan hati,…