Meyasa Kerti
Mutiara Weda
09/11/2025
Umat se-dharma, orang yang memiliki kualitas kerohanian samyagjñāna serta memahami berbagai pengetahuan suci—wruh ring sarva jñāna (mengerti seluruh pengetahuan suci)—tidak akan pernah menghiraukan niat-niat jahat maupun berbagai tipu muslihat dari orang yang berhati jahat.
Jika direnungkan, sesungguhnya sumber kejahatan itu terletak pada hati nurani manusia—ri hati ya tonggwanya tan madoh ri awak (di hatinya tempat bersarang, tidak jauh dari dirinya). Hal inilah yang perlu diwaspadai dengan kesadaran perilaku yang bijak atau meyasa kerti (penyucian perilaku).
Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita selalu membangun perilaku budhi luhur (budi luhur) dengan landasan ajaran etika, yaitu menjauhkan diri dari tindakan kotor dan jahat, serta meyakini bahwa setiap kejahatan akan mendatangkan penderitaan—pāpa atau upekṣā (hukuman/akibat buruk). Niscaya akan terbangun umat Hindu yang damai dan rukun, berbahagia secara sekala maupun niskala nantinya.
(Kitab Slokāntara 7, hal. 26)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta
