Suluh Kehidupan

Mutiara Weda
Yogyakarta, 10/06/2025

Umat Se-Dharma,

Di dalam sastra suci Hindu diungkapkan bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun.

Melakukan perbuatan baik (Subha Karma) dan mensinergikan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan serta mengerti hakikat ajaran Dharma merupakan obor atau penerang kehidupan bagi setiap umat manusia menuju kehidupan yang Satyam, Sivam, dan Sundaram.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk melaksanakan ajaran Dharma dan menjadikannya cahaya dalam kehidupan — Suluh Ikang Prabha. Manakala perkataan, perbuatan, dan pikiran yang tidak menyenangkan dan menyakitkan bagi diri sendiri, hendaknya jangan dilakukan terhadap orang lain. Niscaya hal ini akan dapat mengendalikan seluruh indriya, sehingga terbangunlah perilaku yang penuh kedamaian menuju Dharma Laksana.
(Slokantara 29)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sanātana Dharma: Kebenaran Sejati

    Rahajeng Hari Raya Galungan Dumogi Ajeg dalam Mengemban Dharma Mutiara WedaYogyakarta, 17/06/2026 Umat sedharma, dalam sesanti Hindu tersurat bahwa kesucian batin akan dapat terwujud manakala seseorang memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri, dengan landasan kemampuan serta kejujuran dalam menyinergikan pikiran, perkataan, dan perbuatan (Tri Kaya Sandhi). Dengan kesucian diri, akan dapat dibangun kedamaian dan…

  • Kesucian Pangkal dari Kebenaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 14/08/2026 Umat Sedharma, Seva atau pengabdian merupakan bagian dari kerja atau Karma. Melalui pengabdian tersebut, akan terbangun kesucian dalam diri yang menjadi fondasi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian diri (Śauca) akan lahir kemuliaan. Dari kemuliaan akan tumbuh kehormatan, dan dari kehormatan pula akan diperoleh kebenaran atau Satya. Oleh karena itu, marilah…

  • Duratyayā (BG VII.14)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Senin, 10 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Duratyayā (BG VII.14) Duratyayā adalah terobosan, menerobos, atau upaya untuk menembus berbagai hambatan. Setiap manusia hendaknya memiliki semangat untuk melakukan terobosan melalui tindakan nyata, upaya inovatif, langkah kreatif, perbaikan berkelanjutan, serta usaha untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Dengan demikian, akan ditemukan cara terbaik dalam mengatasi…

  • Rahasia Perbuatan

    Mutiara WedaYogyakarta, 5 Juni 2026 Umat sedharma, jika direnungkan, sesungguhnya rahasia dari perbuatan sangatlah sulit untuk dimengerti. Apa yang dimaksud dengan perbuatan dan tindakan seperti apakah yang tidak tergolong sebagai perbuatan. Orang yang mampu melihat perbuatan di dalam ketidakberbuatan, serta melihat ketidakberbuatan di dalam perbuatan, sesungguhnya tergolong sebagai orang yang bijak dan mulia. Oleh karena…

  • Kīrti (Slokāntara 7)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)8 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Kīrti (Slokāntara 7) Kīrti adalah orang bijaksana dan budiman. Kīrti memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. tidak dendam atau adveṣa terhadap orang lain;b. selalu jujur atau ārjava terhadap siapa pun;c. tidak marah atau akrodha kepada orang lain;d. tidak curang atau na coraḥ terhadap siapa pun…

  • Filosofi Sarasvati

    Disajikan topik Sarasvati, yang artinya Dewi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Mari kita pahami ajaran nilai luhur yang tersurat dalam pustaka suci Siva Purana 1.12.9, yang dikutip sebagai berikut: “सरस्वती नदी पुण्या प्रोक्ता षष्टिमुखा तथा ।तत्तत्तीरे वसेत्प्राज्ञः क्रमाद्ब्रह्मपदं लभेत् ॥ ९ ॥sarasvatī nadī puṇyā proktā ṣaṣṭimukhā tathā |tattattīre vasetprājñaḥ kramādbrahmapadaṁ labhet || 9 ||” Artinya:Sungai suci…