Filosofi Ambuvegàh

Palangka Raya, 10/6/2025


Oleh I Ketut Subagiasta

Disajikan sebuah topik Ambuvegàh yang artinya aliran air yang deras. Ajaran ekoteologi ini dikutip dari pustaka suci Bhagavad Gītā XI.28 sebagai berikut:

“यथा नदीनां बहवोऽम्बुवेगाः समुद्रमेवाभिमुखा द्रवन्ति ।
तथा तवामी नरलोकवीरा विशन्ति वक्त्राण्यभिविज्वलन्ति ॥ ११-२८॥”

yathā nadīnāṁ bahavo ‘mbu-vegāḥ samudram evābhimukhā dravanti,
tathā tavāmī nara-loka-vīrā viśanti vaktrāṇy abhivijvalanti.

Artinya:
Bagaikan sungai-sungai banjir, yang arus airnya deras mengalir ke samudra, demikian pula para pahlawan dunia manusia ini berlomba, masuk ke dalam mulut-Mu yang menyala-nyala.

Makna Ekoteologi tentang Ambuvegàh

Makna filosofi Ambuvegàh secara ekoteologi adalah bahwa manusia yang hidup di dunia global wajib berlomba-lomba menjadi pahlawan dalam berbagai bidang demi mengisi kemerdekaan RI.

Beberapa contoh pahlawan tersebut:

  • Pahlawan pendidikan: mencerdaskan generasi muda.
  • Pahlawan pembangunan: membangun infrastruktur.
  • Pahlawan kesehatan: menjaga kesehatan masyarakat.
  • Pahlawan negara: berjuang demi kemerdekaan, baik masa lalu maupun kini.
  • Pahlawan pertanian: mencetak seribu hektar sawah baru.
  • Pahlawan keamanan: pecalang, hansip, polisi, tentara—agar rakyat aman dan damai.
  • Pahlawan lingkungan: merawat bumi agar tetap hijau, bersih, asri, dan lestari.

Analogi Sungai & Arus Deras

Kata yathā berarti “seperti”;
Nadīnāṁ artinya “sungai-sungai”, seperti: Sungai Mississippi, Nil, Digul, Kapuas, Musi, Batanghari, Barito, Kahayan, Mahakam, Bengawan Solo, Unda, dan lainnya.
Bahavo berarti “banyak sekali”;
Ambuvegāḥ artinya “aliran air yang deras”;
Samudram berarti “laut”;
Dravanti berarti “mengalir terus-menerus tanpa henti”.

Demikian pula manusia jangan berhenti berjuang menjadi pahlawan bagi bangsa, demi kejayaan Indonesia menuju Era Emas 2045.

Inti Ajaran

Ambuvegàh adalah simbol perjuangan tanpa henti bagai aliran sungai yang deras.
Manusia dipanggil menjadi Nara-loka-vīrāh – pahlawan dunia manusia – di bidangnya masing-masing.

Lebih mulia lagi bila menjadi Nara-loka-vīrāh di bidang ekoteologi, yaitu menciptakan lingkungan hidup yang:

  • Subur makmur
  • Produktif
  • Asri dan lestari

Pemerintah seharusnya memberi apresiasi kepada para Nara-loka-vīrāh ini sebagai bentuk penghargaan atas bhakti terhadap lingkungan hidup, baik secara sekuler maupun dalam konteks ekoteologi keagamaan.

Rahayu. Svaha. Ksama ca Ksami.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Ageng Yasa – Ageng Goda

    Mutiara WedaYogyakarta, 28/04/2026 Umat sedharma, dalam sebuah paribasa diungkapkan bahwa semakin tinggi pepohonan, semakin kencang angin yang menerpanya. Demikian pula dalam kehidupan, semakin banyak melakukan perbuatan atau karya, semakin besar pula godaan dan cobaan yang akan dihadapi. Inilah makna ageng yasa, ageng goda (semakin besar karya, semakin besar godaan). Ketaatan dan kepatuhan terhadap ajaran agama…

  • Pendidikan Anak Siswa Gunamantha

    Palangka Raya, 24.11.2024 Dalam pendidikan terhadap anak siswa, penting ditanamkan nilai luhur tentang pribadi yang bijaksana. Upaya pendidikan anak siswa Gunamantha terus dilakukan dalam komponen jenjang pendidikan. Disadari bahwa pendidikan anak siswa Gunamantha adalah pendidikan yang bertujuan menjadikan anak siswa bijaksana. Dalam referensi Itihasa, terutama pada Kakawin Ramayana, terdapat Wirama Sronco, yang dikutip berikut ini:“Gunamantha…

  • Filosofi Dhirah

    Palangka Raya, 22.10.2025 Disajikan topik filosofi Dhirah, artinya orang bijaksana. Mari dipahami ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā II-13 yang dikutip sebagai berikut: “देहिनोऽस्मिन्यथा देहे कौमारं यौवनं जरा ।तथा देहान्तरप्राप्तिर्धीरस्तत्र न मुह्यति ॥ २-१३॥dehino ‘smin yathā dehe kaumāraṁ yauvanaṁ jarātathā dehāntara-prāptir dhīras tatra na muhyati“Artinya:Sebagaimana halnya sang roh itu ada pada masa kecil, masa…

  • Filosofi Panditam Buddhah

    Disajikan topik filosofi Panditam Buddhah, yang berarti “pendeta bijaksana.” Mari dimaknai ajaran bhiksuka atau masa belajar pada tahapan bhiksuka, atau ajaran sannyasin, sebagaimana termuat dalam pustaka Bhagavad Gītā IV.19 yang dikutip sebagai berikut: “यस्य सर्वे समारम्भाः कामसङ्कल्पवर्जिताः ।ज्ञानाग्निदग्धकर्माणं तमाहुः पण्डितं बुधाः ॥ ४-१९॥yasya sarve samārambhāḥ kāma-saṅkalpa-varjitāḥjñānāgni-dagdha-karmāṇaṁ tam āhuḥ paṇḍitaṁ budhāḥ” Artinya:Ia yang bekerja dalam semua…

  • Jangan Menjadi Jadma Kesasar

    Mutiara WedaYogyakarta, 24 Juni 2026 Umat sedharma, dalam susastra tersurat bahwa manakala memperoleh kesempatan lahir dan hidup menjelma sebagai manusia, namun ingkar terhadap pelaksanaan Dharma, serta hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan nafsu duniawi dengan hati yang tamak, maka orang seperti itu disebut jadma kesasar (manusia sesat). Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat…

  • Filosofi Īśvaraḥ

    Disajikan topik Filosofi Īśvaraḥ, artinya Tuhan Yang Maha Esa, penguasa semua makhluk hidup. Mari dimaknai ajaran suci dalam pustaka suci Bhagavad Gītā XV-8 yang dikutip sebagai berikut: “शरीरं यदवाप्नोति यच्चाप्युत्क्रामतीश्वरः ।गृहीत्वैतानि संयाति वायुर्गन्धानिवाशयात् ॥ १५-८॥śarīraṁ yad avāpnoti yac cāpy utkrāmatīśvaraḥ,gṛhītvaitāni saṁyāti vāyur gandhān ivāśayāt. Artinya:“Bila Tuhan mengenakan suatu badan jasmani dan apabila Ia meninggalkannya, Ia…