Selalu Berpikiran Positif

Mutiara Weda
Yogyakarta, 05/06/2025

Umat se-Dharma,
Tingkatan getaran pikiran (intuisi) menentukan tingkatan kualitas spiritual seseorang dan menempatkan pikiran sebagai pemeran utama yang membawanya ke alam kelahiran kembali, ke alam roda samsara, maupun dalam mencapai kamoksan atau kelepasan.
“Manah eva manushyanam karanam bandha mokshayoh” — pikiran adalah penyebab keterikatan maupun pembebasan. Maka hati-hati memasukkan sesuatu ke dalam pikiran — selalu berpikiran positif atau Satwika Vidya.

Tatkala menggunakan kacamata pikiran positif atau kacamata dewa, maka akan terlihat adanya kebaikan, keindahan, kedamaian, dan kebahagiaan (Dharma).
Sebaliknya, bila menggunakan kacamata pikiran negatif atau kacamata raksasa dan sad ripu, maka dunia ini akan terlihat penuh dengan penderitaan, kebencian, permusuhan, dan ketidakadilan (Adharma).

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita tingkatkan kualitas rohani dengan:

  • Selalu mengintrospeksi diri,
  • Tekun melatih diri,
  • Selalu berpikiran positif (Satvika Vidya),
  • Serta berusaha melihat sisi baik dari orang lain.

Niscaya, kita akan terselamatkan dari samsara, roda kebencian, atau karma buruk, serta terhindar dari kelahiran di alam bawah (Bhur Loka).
(Upanisad & SS. 79–87)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Vāyuh Prakṛti

    Palangka Raya, 15.9.2025 Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Vāyuh Prakṛti, artinya sifat alami angin. Ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 dikutip sebagai berikut: भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव च ।bhūmir āpo ’nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā. Artinya:Tanah, air, api, udara, eter, pikiran, buddhi, dan ego merupakan…

  • Filosofi Naksatranam

    Disajikan topik Naksatranam artinya bintang-bintang. Mari maknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā X-21 yang dikutip sebagai berikut: “आदित्यानामहं विष्णुः ज्योतिषां रविरंशुमान् ।मरीचिर्मरुतामस्मि नक्षत्राणामहं शशी ॥ १०-२१॥ādityānām ahaṁ viṣṇur jyotiṣāṁ ravir aṁśumān,marīcir marutām asmi nakṣatrāṇām ahaṁ śaśi.” Artinya:“Dari para āditya, Aku adalah Viṣṇu; dari benda-benda yang bersinar Aku adalah Matahari; dari para Marut Aku…

  • Beragama Jangan Lepas dari Ageman

    Mutiara Weda30/07/2025 Umat Se-dharma, faktor yang sangat penting dan menjadi benih atau cikal bakal dalam penguatan beragama bagi umat Hindu sesungguhnya adalah agem ageman dalam bentuk Śraddhā. Manakala kurangnya keyakinan, kebingungan, bahkan keraguan terhadap agamanya, dapat dipastikan akan merapuhkan pondasi agama yang berdampak pula pada rapuhnya pemahaman inti sari dari ajaran agama. Pemahaman ajaran agama…

  • Jaga & Rawat Anugerah-Nya

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/04/2026 Umat se-dharma, memperkokoh keyakinan dalam beragama, śraddhā dan bhakti, dengan selalu merawat dan menjaga anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat Hindu. Kebenaran dan kebajikan dijaga dengan perilaku yang baik. Begitu pula sastra-sastra suci dijaga dengan keteguhan hati dan kesucian pikiran. Demikian juga halnya dalam kelahiran…