Filosofi Om Tat Sat

Palangka Raya, 13.5.2025

Oleh I Ketut Subagiasta

Disajikan sebuah topik Filosofi Om Tat Sat, yang berarti tiga aspek lambang Brahman, Tuhan Yang Maha Esa. Mari dipahami ajaran luhur tentang ketuhanan Hindu pada pustaka suci Bhagavad Gītā XVII-23 yang dikutip sebagai berikut:

“ओं तत्सदिति निर्देशः ब्रह्मणस्त्रिविधः स्मृतः ।
ब्राह्मणास्तेन वेदाश्च यज्ञाश्च विहिताः पुरा ॥ १७-२३॥

oṁ tat sad iti nirdeśo brahmaṇas tri-vidhaḥ smṛtaḥ,
brāhmaṇās tena vedāś ca yajñāś ca vihitāḥ purā.

Artinya:
‘Om Tat Sat’, ini yang dipandang sebagai tiga aspek perlambang Brahman; dengan ini telah ditetapkan tentang para brāhmaṇa, kitab suci Veda, dan dalam upacara yajñā dahulu kala.

Makna Luhur Filosofi Om Tat Sat

  1. Brahman
    Brahman adalah Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Veda, Tuhan disebut Brahman. Dalam local genius dikenal sebagai Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Sang Hyang Tunggal, Sang Hyang Tuduh, atau Sang Hyang Embang. Meski memiliki banyak nama, realitanya Tuhan hanya satu (Ekam Sat). Orang suci menyebut-Nya dengan banyak nama (Ekam Sat Viprah Bahuda Vadanti).
  2. Om
    Om adalah aksara Pranava, sebagai nirdesah atau perlambang suci. Aksara Om berasal dari tiga komponen: A, U, dan M, yang menjadi AUM atau Om.
    • A (Ang) melambangkan Brahma (Api/Agni), dengan tugas mencipta (Utpethi).
    • U (Ung) melambangkan Wisnu (Air/Apah), dengan tugas memelihara (Sthiti).
    • M (Mang) melambangkan Siwa (Angin/Bayu), dengan tugas mengembalikan (Pralina).
  3. Tat
    Tat berarti “Engkau”, “Itu”, atau “Beliau”, yang merujuk pada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Gayatri Mantram disebut:
    Om Bhur Bhuvah Swah Tat Savitur Varenyam Bhargo Devasya Dhimahi Dhiyo yo nah Pracodayat.
    Kata Tat di sini berarti Tuhan atau Brahman (Ida Sang Hyang Widhi Wasa).
  4. Sat
    Sat berarti “abadi”, “kekal”, “ada”, atau “nityam”. Tuhan disebut Sat, sedangkan ciptaan disebut Asat (tidak abadi, maya, berubah). Sat adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, kekal, dan tidak pernah mengalami kelahiran atau kematian.

Kesimpulan Filosofi Om Tat Sat

Intinya, Om Tat Sat adalah tiga aspek simbol Tuhan Yang Maha Esa:

  • Om: Simbol suara suci dan kekuatan penciptaan.
  • Tat: Simbol keabadian Tuhan sebagai sumber segalanya.
  • Sat: Simbol keberadaan Tuhan yang kekal dan abadi.

Mantra Om Tat Sat adalah mantra pendek yang menjadi benteng kekuatan umat Hindu. Mantra ini juga dikenal sebagai Kuta Mantra, sebagai pengingat kehadiran Tuhan. Contoh Kuta Mantra lainnya:

  • Om Avighnam Astu Namo Siddham
  • Om Ano Badrah Kratawo Yantu Visvatah
  • Om Dirghayur Astu Tat Astu Svaha
  • Om Sukham Bhawantu
  • Om Purnam Bhawantu

Masih banyak lagi Kuta Mantra untuk memohon perlindungan dan keselamatan. Semoga selalu rahayu. Svaha. Ksama ca Ksami.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Bunga Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/07/2025 Umat Se-dharma, kebahagiaan, kenikmatan & kesenangan yang penuh tanpa gangguan sehingga sang Atman akan dapat mencapai kebahagiaan sejati menuju pada kelahiran yang disebut sebagai kelahiran Deva Yoni, disebut dengan Aisvarya, dan menjadikan sebagai buah atau bunga-bunga Dharma. Demikian pula sebaliknya, manakala pikiran selalu diselimuti oleh bibit Adharma / kejahatan dan menentang Dharma…

  • Filosofi Candramasam

    Disajikan topik Filosofi Candramasam: artinya cahaya bulan. Mari dimaknai ajaran ketuhanan pada pustaka suci Bhagavad Gītā – VIII-25 yang dikutip sebagai berikut: “धूमो रात्रिस्तथा कृष्णः षण्मासा दक्षिणायनम् । तत्र चान्द्रमसं ज्योतिर्योगी प्राप्य निवर्तते ॥ ८-२५॥ dhūmo rātris tathā kṛṣṇaḥ ṣaṇ-māsā dakṣiṇāyanam, tatra cāndramasaṁ jyotir yogī prāpya nivartate. Artinya: Asap, malam hari, bulan mati, dan enam…

  • Filosofi Asta Prakrti

    Oleh: I Ketut Subagiasta Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Asta Prakrti, artinya delapan sifat alami, dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 yang dikutip sebagai berikut: yatatām api siddhānāmkaścin mām vetti tattvataḥ ॥ 7.3 ॥bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥkhaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ mebhinnā prakṛtir aṣṭadhā ॥ 7.4 ॥ Artinya:“Tanah, air, api, udara, ether, pikiran, budhi,…

  • Orang Tua: Dewa dalam Keluarga

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/07/2025 Umat se-Dharma, dalam ajaran agama Hindu, kedua orang tua (bapak dan ibu) memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mulia. Seorang ibu yang melahirkan, membesarkan, dan membimbing sang anak diibaratkan sebagai Dewa dalam keluarga — Pitṛ Deva Bhava. Orang tua merupakan sarana terciptanya tubuh ini dan menjadi Dewa sekala bagi sang anak. Maka,…

  • Sentuhan Pancaran Sinar Suci

    Mutiara Weda Yogyakarta, 5 Juli 2026 Umat Se-dharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk mendapatkan rasa cinta kasih sayang dari-Nya yang senantiasa terpancar kepada seluruh ciptaan-Nya. Pancaran kasih sayang Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagaikan sinar matahari yang menyinari bumi beserta seluruh alam semesta dan segala isinya. Mereka…

  • Pendidikan Anak Siswa Gunamantha

    Palangka Raya, 24.11.2024 Dalam pendidikan terhadap anak siswa, penting ditanamkan nilai luhur tentang pribadi yang bijaksana. Upaya pendidikan anak siswa Gunamantha terus dilakukan dalam komponen jenjang pendidikan. Disadari bahwa pendidikan anak siswa Gunamantha adalah pendidikan yang bertujuan menjadikan anak siswa bijaksana. Dalam referensi Itihasa, terutama pada Kakawin Ramayana, terdapat Wirama Sronco, yang dikutip berikut ini:“Gunamantha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *