Sentuhan Pancaran Sinar Suci

Mutiara Weda

Yogyakarta, 5 Juli 2026

Umat Se-dharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk mendapatkan rasa cinta kasih sayang dari-Nya yang senantiasa terpancar kepada seluruh ciptaan-Nya.

Pancaran kasih sayang Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagaikan sinar matahari yang menyinari bumi beserta seluruh alam semesta dan segala isinya. Mereka yang merasa tidak pernah menerima pancaran kasih sayang dari-Nya sesungguhnya dipengaruhi oleh tidak terkendalinya indria serta gelapnya pikiran akibat Sapta Timira, sehingga pikirannya tertutup dan sulit mendapatkan sentuhan sinar suci-Nya.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk mengendalikan indria dan menjauhkan diri dari kegelapan pikiran dengan jalan menjaga keseimbangan dalam menjalankan proses kehidupan, tidak terlalu bersedih hati ketika mendapatkan cobaan ataupun penderitaan, serta menghayati sikap Tulya Nindā Stuti. Niscaya akan memperoleh sentuhan sinar suci dari-Nya dan terhindar dari kegelapan pikiran.

(Swastika Ratna, hlm. 273)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Īśvaraḥ

    Disajikan topik Filosofi Īśvaraḥ, artinya Tuhan Yang Maha Esa, penguasa semua makhluk hidup. Mari dimaknai ajaran suci dalam pustaka suci Bhagavad Gītā XV-8 yang dikutip sebagai berikut: “शरीरं यदवाप्नोति यच्चाप्युत्क्रामतीश्वरः ।गृहीत्वैतानि संयाति वायुर्गन्धानिवाशयात् ॥ १५-८॥śarīraṁ yad avāpnoti yac cāpy utkrāmatīśvaraḥ,gṛhītvaitāni saṁyāti vāyur gandhān ivāśayāt. Artinya:“Bila Tuhan mengenakan suatu badan jasmani dan apabila Ia meninggalkannya, Ia…

  • Filosofi Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ

    Disajikan sebuah topik Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ yang berarti “istri berwajah cerah”. Mari dimaknai ajaran luhur bagi keluarga dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra sloka V.150 yang dikutip sebagai berikut: “सदा प्रहृष्टया भाव्यं गृह कार्येषु दक्षयासुसंस्कृतो पस्करया व्यये चामुक्त हस्तयाsadā prahṛṣṭayā bhāvyaṁ gṛha kāryeṣu dakṣayāsusaṁskṛto paskarayā vyaye cāmukta hastayā“ Artinya:“Ia hendaknya selalu berwajah cerah, pandai dalam mengatur urusan…

  • Kīrti (Slokāntara 7)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)8 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Kīrti (Slokāntara 7) Kīrti adalah orang bijaksana dan budiman. Kīrti memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. tidak dendam atau adveṣa terhadap orang lain;b. selalu jujur atau ārjava terhadap siapa pun;c. tidak marah atau akrodha kepada orang lain;d. tidak curang atau na coraḥ terhadap siapa pun…

  • Siklus Samsara

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/05/2025 Umat Se-dharma, lahir kembali menjelma menjadi manusia menjalankan siklus Samsara Punarbhawa sesungguhnya memanfaatkan waktu dan menggunakan kesempatan untuk lahir kembali dengan baik guna memperbaiki diri serta menjadi penentu keberhasilan dalam mencapai tujuan hidup yaitu Catur Purusa Artha. Jangan sia-siakan waktu & kesempatan dengan melakukan perbuatan hina dan tercela, demikian pulajangan biarkan waktu…

  • Sang Yatha Sakti Kayika Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/09/2025 Umat se-dharma, ajaran agama Hindu memiliki konsep jenjang kehidupan yang sangat jelas dan tersusun secara sistematis yang dikenal dengan nama Catur Āśrama, yaitu empat tahapan hidup yang wajib dilalui oleh setiap umat manusia (Brahmacārī, Gṛhastha, Wānaprastha, dan Bhikṣuka). Pada tahapan kedua, Gṛhastha Āśrama, merupakan tahapan sebagai ujian yang sebenarnya, di mana seseorang…