umat Hindu di Indonesia

Konsep Ngayah Bentuk Karma Suci

Mutiara Weda
Yogyakarta, 24/11/2024

Umat Sedharma,
Dalam pustaka suci ada menyebutkan Kurvan eveha karmani, jijiviset satam samah,… dst. Sesungguhnya hakikat hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini adalah untuk melakukan kerja. Bekerja sebagai suatu kewajiban dan kebajikan.

Berbuatlah hanya demi kewajiban, bukan hanya hasil perbuatan yang selalu terpikirkan, jangan semata-mata pahala menjadi motifnya, sebuah konsep Ngayah dalam ajaran etika Hindu.

Ida Sang Hyang Widhi Wasa menyayangi mereka yang berkarma dengan ketulusan hati, memegang konsep bekerja sebagai suatu kewajiban dengan sesanti: Ketekunan di tangan kanan & kejayaan di tangan kiri sebagai suatu inspirasinya.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, jangan pernah berhenti untuk berkarma dengan landasan ketulusan. Konsep Ngayah sebagai bentuk implementasi karma suci. Niscaya akan memperoleh keberhasilan dan menikmati kemakmuran nantinya:
Taranir ijjayati kseti pusyati
(Yajur Veda, XL.2)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Yajña Tiang Penyangga Pura

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/04/2026 Umat sedharma, dalam susastra tersurat: yasyāṃ sadoha vṛdhane yūpo yasyāṃ nimīyate… yang mengandung makna bahwa di tempat suci (pura) tempat dipancangkannya yūpa (tiang upacara yajña), di sanalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan hadir menganugerahkan keselamatan jiwa dan ketenangan batin. Melaksanakan yajña suci, khususnya pañca mahā yajña, merupakan sarana bagi umat Hindu…

  • Jangan Pelihara Rasa Dengki dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 09/08/2026 Umat Sedharma, menjauhkan diri dari rasa dengki dan iri hati (mātsarya) merupakan kewajiban dasar dalam membangun tatanan kehidupan umat Hindu yang Satyam, Śivam, dan Sundaram. Kuatkan perbuatan, perasaan hati, serta cinta kasih kepada sesama melalui Prema Vahini. Jangan biarkan sifat iri hati dan dengki terlalu lama bercokol dalam diri. Manakala batin selalu…

  • Bhakti: Landasan Dalam Mekarma

    Mutiara WedaYogyakarta, 30/06/2025 Umat Sedharma,Jika direnungkan, dalam sastra tersurat bahwa dalam menjalankan Tri Kaya Sandhi, perbuatan atau persembahan janganlah semata-mata hanya karena mengharapkan hasilnya atau pahalanya. Memang terasa sulit didapat di zaman ini, melakukan perbuatan tanpa dilandasi keinginan atau harapan akan pahala. Demikian juga halnya dengan ajaran-ajaran Weda yang dipelajari untuk disadari, seringkali karena adanya…

  • Filosofi Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ

    Disajikan sebuah topik Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ yang berarti “istri berwajah cerah”. Mari dimaknai ajaran luhur bagi keluarga dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra sloka V.150 yang dikutip sebagai berikut: “सदा प्रहृष्टया भाव्यं गृह कार्येषु दक्षयासुसंस्कृतो पस्करया व्यये चामुक्त हस्तयाsadā prahṛṣṭayā bhāvyaṁ gṛha kāryeṣu dakṣayāsusaṁskṛto paskarayā vyaye cāmukta hastayā“ Artinya:“Ia hendaknya selalu berwajah cerah, pandai dalam mengatur urusan…

  • Singkirkan Rasa Benci & Jauhkan Niat-Niat Jahat dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/02/2025 Umat se-dharma, dalam susastra ada mengungkapkan: Papma hato na somah, singkirkan niat-niat jahat yang bersemayam dalam diri dan kejarlah selalu nilai-nilai perilaku kebajikan & kemuliaan. Menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan tercela & jahat terhadap sesama merupakan suatu keharusan untuk menuju kebaikan, kemuliaan, serta terbangunnya kesucian batin. Oleh karena itu, sebagai umat…

  • Bangun Pura di dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/07/2025 Umat se-dharma, sesungguhnya belajar agama dan belajar ajaran kerohanian bukanlah untuk menyakiti orang lain, dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa dan memperkokoh buddhi. Jika ajaran agama dan ajaran kesucian spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan diri atau bersifat…