Harmoniskan Unsur Triguṇatattva dalam Diri

Mutiara Weda
Yogyakarta, 29 Mei 2026

Umat se-dharma, orang-orang bijak mengatakan bahwa pada zaman Kali Yuga ini, musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri akibat ketidakmampuan dalam menyinergikan unsur Tri Guṇa, yaitu sattva, rajas, dan tamas dalam diri.

Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (kṣamā) merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam serta terjaga dalam diri setiap umat Hindu guna meningkatkan kualitas rohani menuju tingkatan spiritualitas. Kualitas tersebut mengandung kekuatan dalam membangun kerukunan umat Hindu. Segala sifat keras hati dan ego hanya dapat dikalahkan melalui sikap amulat sarira, anyekung jñāna, serta kemampuan mengendalikan diri sebagai suluh nikang prabhā.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, marilah membangun kedamaian dan keharmonisan mulai dari dalam diri masing-masing. Tingkatkan kualitas rohani melalui pengekangan dan pengendalian diri (tapa), serta tampakkan kepribadian yang lebih sāttvika dengan melatih vāk (perkataan), manah (pikiran), dan kāya (perbuatan) melalui penyelarasan unsur Triguṇatattva dalam diri. Niscaya, kedamaian dan kerukunan dalam hidup akan terwujud sebagai landasan menuju mahāsamādhi atau alam kamoksan nantinya.

(BG. 37–40 & Serat Witaradya)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Indonesia

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Bangun Kebahagiaan Sāttvika

    Mutiara Weda07/07/2025 Umat Sedharma,Tujuan hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan, baik kebahagiaan sekala maupun kebahagiaan niskala, dengan menempatkan kesucian pikiran sebagai barometer utama dalam mencapainya. Kebahagiaan, jika dilihat dari sifatnya, dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk, yaitu: Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, bangunlah kebahagiaan dalam diri, baik manah śānti (ketenangan pikiran) maupun…

  • Pustaka Suci Weda, Bingkai dalam Kebhinekaan Hindu

    Mutiara Weda Yogyakarta, 11/05/2026 Umat se-dharma, dalam pustaka suci Weda Saṁhitā disebutkan: “Śrutis tu vedo vijñeyo dharmaśāstraṁ tu vai smṛtiḥ,te sarvārtheṣv amīmāṁsye tābhyāṁ dharmo hi nirbabhau.” Artinya:Yang dimaksud dengan Śruti adalah Weda, sedangkan Smṛti adalah Dharmaśāstra. Kedua pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenaran ajarannya, karena keduanya merupakan sumber Dharma. Hindu yang membumi dalam kebhinekaan…

  • Sentuhan Pancaran Sinar Suci

    Mutiara WedaYogyakarta, 11/04/2026 Umat sedharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk merasakan kasih sayang-Nya yang senantiasa terpancar kepada seluruh ciptaan-Nya. Pancaran kasih sayang Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagaikan sinar matahari yang menyinari bumi dan seluruh alam semesta beserta isinya. Namun, mereka yang merasa tidak menerima pancaran kasih…

  • Sinergis Dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/08/2025 Umat Sedharma, dalam pustaka suci Weda ada mengungkapkan: Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, pikirkan bersama-sama dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama, mengajarkan kepada kita, umat sedharma, untuk selalu bersinergis dan bersatu guna mencapai tujuan bersama. Sahrdayam sammanasyam, avidvesam krnomi vah… dst. Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan sifat-sifat ketulusikhlasan, mentalitas atau…

  • Filosofi Candramasam

    Disajikan topik Filosofi Candramasam: artinya cahaya bulan. Mari dimaknai ajaran ketuhanan pada pustaka suci Bhagavad Gītā – VIII-25 yang dikutip sebagai berikut: “धूमो रात्रिस्तथा कृष्णः षण्मासा दक्षिणायनम् । तत्र चान्द्रमसं ज्योतिर्योगी प्राप्य निवर्तते ॥ ८-२५॥ dhūmo rātris tathā kṛṣṇaḥ ṣaṇ-māsā dakṣiṇāyanam, tatra cāndramasaṁ jyotir yogī prāpya nivartate. Artinya: Asap, malam hari, bulan mati, dan enam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *