Kuatkan Pikiran dengan Metapa

Mutiara Weda
Yogyakarta, 30 Mei 2026

Umat sedharma, dalam pustaka suci tersurat: “Surā, Sarasvatī, Lakṣmī ity etat madakāraṇam …” dan seterusnya. Ada tiga hal yang menyebabkan manusia lupa akan dirinya sendiri sehingga mengalami kemabukan, yaitu minuman keras, kepandaian, dan kekayaan.

Kemabukan atau kegelapan pikiran yang dapat menjerumuskan manusia menjadikan pengendalian diri sebagai faktor yang sangat penting dan menentukan. Sifat-sifat buruk dalam diri manusia sebagaimana yang terdapat dalam Sapta Timira merupakan tujuh bentuk kegelapan yang dapat menghancurkan kehidupan. Mereka yang tidak tergerus oleh ketiga hal tersebut mencerminkan kuatnya kualitas rohani dan budi luhur yang dimilikinya.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, marilah memperkuat pikiran dengan melakukan tapaḥ, sehingga memiliki wawasan keagamaan yang kuat dan tidak mudah berubah haluan. Niscaya, umat Hindu akan senantiasa mampu mengendalikan diri serta tetap tulus dalam menjalani kehidupan yang sederhana.

(Ślokāntara 68)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Panditam Buddhah

    Disajikan topik filosofi Panditam Buddhah, yang berarti “pendeta bijaksana.” Mari dimaknai ajaran bhiksuka atau masa belajar pada tahapan bhiksuka, atau ajaran sannyasin, sebagaimana termuat dalam pustaka Bhagavad Gītā IV.19 yang dikutip sebagai berikut: “यस्य सर्वे समारम्भाः कामसङ्कल्पवर्जिताः ।ज्ञानाग्निदग्धकर्माणं तमाहुः पण्डितं बुधाः ॥ ४-१९॥yasya sarve samārambhāḥ kāma-saṅkalpa-varjitāḥjñānāgni-dagdha-karmāṇaṁ tam āhuḥ paṇḍitaṁ budhāḥ” Artinya:Ia yang bekerja dalam semua…

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/04/2026 Umat sedharma, pañca śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin terhadap śraddhā-nya, disebut sebagai nāstika atau jadma kesasar (manusia yang tersesat). Orang nāstika adalah mereka yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik, atau disebut niṣkriya (tidak aktif dalam menjalankan…

  • Filosofi Akasam

    Disajikan topik filosofi Akasam yang artinya ether, udara, angkasa, ākāśa. Mari dimaknai ajaran teoekologi terkait udara pada pustaka suci Bhagavad Gītā IX-6 yang dikutip sebagai berikut: “यथाकाशस्थितो नित्यं वायुः सर्वत्रगो महान् Iतथा सर्वाणि भूतानि मत्स्थानीत्युपधारय ॥ ९-६॥yathākāśa-sthito nityaṁ vāyuḥ sarvatra-go mahān,tathā sarvāṇi bhūtāni mat-sthānīty upadhāraya. Artinya:“Laksana angin yang kuat selalu ada dan bertiup di mana-mana,…

  • Konsep Ngayah Bentuk Karma Suci

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/11/2024 Umat Sedharma,Dalam pustaka suci ada menyebutkan Kurvan eveha karmani, jijiviset satam samah,… dst. Sesungguhnya hakikat hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini adalah untuk melakukan kerja. Bekerja sebagai suatu kewajiban dan kebajikan. Berbuatlah hanya demi kewajiban, bukan hanya hasil perbuatan yang selalu terpikirkan, jangan semata-mata pahala menjadi motifnya, sebuah konsep Ngayah dalam…

  • Sadhunam (BG IV.8)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)5 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Sadhunam (BG IV.8) Sadhunam adalah orang-orang yang baik. Tuhan Yang Maha Esa dipercaya senantiasa melindungi (paritrāṇāya) orang-orang yang baik atau sadhunam. Sebaliknya, keadilan Tuhan Yang Maha Esa juga dipercaya membinasakan (vināśāya) orang-orang yang jahat (duṣkṛtām). Umat sedharma, marilah menjadi sadhunam, jangan menjadi duṣkṛtām. Ṛta Prakṛti,…

  • Filosofi Ātmanastya

    Palangka Raya, 29.9.2025Oleh I Ketut Subagiasta Sangat penting diuraikan mengenai filosofi Ātmanastya (bunuh diri). Mari dipahami ajaran dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra, sloka V.89 tentang bunuh diri dikaji secara ekoteologi yang mengandung nilai pendidikan Hindu, dikutip sebagai berikut: “वृथासंकर जातानां प्र व्रज्यासु च तिष्ठताम्आत्मनस्त्य् आगिनां चैव निर्वर्तेत् ओदक क्रिया” vṛthāsaṁkara jātānāṁ pra vrajyāsu ca tiṣṭhatāmātmanastya…