Dhūrtalakṣaṇam/Dustalakṣana (Slokantara, 73)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
22 Agustus 2026
Oleh I Ketut Subagiasta

Dhūrtalakṣaṇam/Dustalakṣana artinya perbuatan jahat atau penjahat. Dalam kehidupan terdapat dualisme perbuatan, yaitu perbuatan baik (sukerta, subhakarma) dan perbuatan tidak baik (duskerta, asubhakarma).

Perbuatan jahat atau perilaku penjahat memiliki berbagai bentuk, antara lain:

  1. Pencuri disebut Cora.
  2. Penjambret disebut Snaichara.
  3. Penjarah disebut Luterah.
  4. Pemerkosa disebut Balatkari.
  5. Pemalak disebut Utpidanakarta.
  6. Pembegal disebut Lutera.
  7. Pembunuh disebut Hatyara.
  8. Pembakar disebut Dahakah.
  9. Perusuh disebut Dangakarah.

Tanda-tanda penjahat secara umum, antara lain bermuka manis, berbicara simpatik, penjilat, suka memfitnah, suka menyusup, berpura-pura menolong, manis di depan tetapi pahit di belakang, tampil meyakinkan, suka bersandiwara, dan sebagainya.

Pratyaksa, atau berhati-hatilah terhadap orang yang berperilaku jahat. Mari kita entaskan pola perilaku penjahat atau Dustalakṣana. Mari tegakkan kebenaran atau Satyeng Dharma.

Cintai diri, cintai keluarga, cintai sesama, cintai masyarakat, serta cintai bangsa dan negara Indonesia yang luhur.

Svaha.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Tunggalang Idep

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/04/2026 Umat sedharma, dalam ajaran tattva diungkapkan bahwa ketika seluruh tattva menyatu, maka segala objek tidak lagi tampak, sehingga citta (pikiran) dapat dipusatkan dalam dhyāna (meditasi). Penyatuan seluruh tattva yang berada di bawah buddhi disebut eka citta atau eka buddhi, yang dalam istilah lokal dikenal sebagai nunggalang idep. Adapun tattva yang berada di…

  • Ikuti Jalan Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 18/02/2025 Umat sedharma, dalam Pustaka suci Weda ada mengungkapkan : Svasti Pantham anu carenam.. ..dst. Mengikuti jalan Dharma, jalan yang benar, jalan kebajikan atau jalan Dharma serta selalu mendekatkan diri Kehadapan Ida SangHyang Widhi Wasa merupakan kewajiban bagi setiap umat Hindu dalam melangsungkan kehidupan guna memperoleh Tuntunan & kemuliaan hidup. Orang yang memiliki…

  • Suśīla (Sārasamuccaya 159)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)7 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Suśīla (Sārasamuccaya 159) Suśīla adalah perilaku yang baik. Suśīlawan yaitu orang yang unggul dalam berperilaku baik di tiga dunia atau triloka. Suśīlawan dan Suśīlawati mengutamakan suśīla untuk menundukkan triloka. Bangga dan bahagia menjadi Suśīlawan dan Suśīlawati, karena menjadi manusia teladan di jagat raya. Bagikan…

  • Pūrwa Gama Śāsana

    Mutiara Weda Yogyakarta, 13/05/2026 Umat se-dharma, setiap umat Hindu wajib mempelajari, memahami, dan memancarkan isi Kitab Suci Weda sebagai Dharma Vāhinī, serta memahami berbagai ilmu pengetahuan suci (andrayuga). Demikian pula, umat Hindu berkewajiban mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk melalui wiweka dalam menjalani kehidupan di māyāpada ini. Dalam mempraktikkan dan mengamalkan setiap perbuatannya,…

  • Tiga Siklus Hidup Manusia

    Mutiara Weda Yogyakarta, 19/05/2026 Umat se-dharma, jika disadari, sesungguhnya setiap manusia tidak akan pernah lepas dari tiga siklus alur proses kehidupan, yaitu utpatti, sthiti, dan pralina; kelahiran, kehidupan, dan akhirnya menuju kematian atau kembali ke asal. Ketiga hal tersebut merupakan wujud kemahakuasaan Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa dalam konsep Tri Kona. Setiap manusia yang hidup…

  • Konsep Hidup Memahayu Hayuning Bhawana

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/02/2026 Umat se-dharma, orang-orang bijak mengatakan bahwa di zaman Kali-yuga ini musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri akibat dari ketidakmampuan menyinergiskan unsur Tri-guṇa, yaitu sattva dan tamas dalam diri. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (kṣamā) merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam serta terjaga pada diri setiap umat Hindu…