Bersahabatlah dengan Kesabaran
Mutiara Weda
Yogyakarta, 08/05/2026
Umat se-dharma, jika dicermati, hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini ibarat cakra manggilingan yang terus berputar silih berganti; terkadang berada di atas dan terkadang berada di bawah, penuh dengan berbagai cobaan dan tantangan hidup.
Ibarat seorang peselancar di samudera luas, tanpa adanya ombak yang ganas, ia tidak akan pernah mengetahui kemahirannya dalam berselancar. Begitu pula, tanpa adanya cobaan, tantangan, dan godaan dalam kehidupan, seseorang tidak akan pernah mengetahui tingkat kedewasaan serta kualitas kesabaran yang dimilikinya.
Cobaan dan godaan hidup dapat datang setiap saat dan kapan saja. Oleh sebab itu, manusia perlu bersahabat dengan ketenangan dan kesabaran. Belajarlah bercermin dari layang-layang yang dapat terbang tinggi karena tiupan angin yang kencang. Demikian pula, hanya kolam yang tenang yang mampu membuat bunga lotus mekar dengan indah.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk membangun kesucian diri, baik lahir maupun batin, dengan landasan ketenangan, kesabaran, dan kedamaian hati. Niscaya, kehidupan yang satyam, śivam, dan sundaram, menuju manaḥ śānti maupun parama śānti, akan dapat terwujud. (Wrhaspati Tattwa & SS 92–95)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
