Sentuhan Pancaran Sinar Suci

Mutiara Weda
Yogyakarta, 06/10/2026

Umat se-Dharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk memperoleh rasa cinta kasih dan sayang dari-Nya yang senantiasa terpancar kepada seluruh ciptaan-Nya.

Pancaran kasih sayang dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagaikan sinar matahari yang menyinari bumi dan seluruh alam semesta beserta isinya. Namun, ada kalanya seseorang merasa tidak pernah menerima pancaran kasih sayang dari-Nya. Hal tersebut dapat terjadi akibat tidak terkendalinya pengaruh Indriya serta gelapnya pikiran yang diselimuti Sapta Timira, sehingga pikiran menjadi tertutup dan sulit merasakan sentuhan sinar suci-Nya.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, sudah menjadi kewajiban kita untuk mengendalikan Indriya dan menjauhkan diri dari kegelapan pikiran dengan senantiasa menjaga keseimbangan dalam menjalani proses kehidupan. Kita hendaknya tidak terlalu bersedih hati ketika menghadapi cobaan ataupun penderitaan dalam kehidupan, serta mampu bersikap Tulya Ninda Stuti, yaitu tetap seimbang dalam menghadapi pujian maupun celaan.

Dengan demikian, niscaya kita akan mampu merasakan sentuhan sinar suci-Nya dan terhindar dari kegelapan pikiran.
(Swastika Rana, hlm. 273)

Mangku Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sevaka Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 27 Juli 2026 Umat Sedharma, Dalam susastra tersurat bahwa manusia yang terlahir ke dunia tetapi mengingkari pelaksanaan Dharma, bahkan bingung terhadap agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi, serta dipenuhi sifat tamak, disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya, kesempatan menjelma menjadi manusia merupakan anugerah yang sangat utama untuk memperbaiki dan membenahi diri….

  • Dharma Pravrtti

    Mutiara Weda02/08/2025 Umat se-dharma, tiga sifat kemahakuasaan Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam menciptakan, memelihara, dan melebur, ketiganya melekat dalam perwujudan Tuhan sebagai Tri Murti. Demikian juga kelahiran (Utpati), kehidupan (Sthiti), dan kembali ke asal (Pralina) atau Tri Kona merupakan hukum kodrat Tuhan (Ŗta) bagi setiap yang hidup di alam semesta ini. Pada dasarnya, hakikat…

  • Acetasah (BG. III.32)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI(MUTIARA KATA DHARMA) 13 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Acetasah (BG. III.32) Acetasah adalah orang yang tidak memiliki kecerdasan untuk memilah. Umat Hindu hendaknya menguasai ilmu pengetahuan tentang kemampuan memilah, yaitu jñāna viveka. Seperti halnya angsa ketika mencari makanan di air yang keruh. Angsa mampu memilah mana makanan yang layak dimakan dan mana…

  • Yadā Yadā Dharmasya Glānir (BG IV.7)

    DHARMAŚABDANĀM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA) Yadā Yadā Dharmasya Glānir (BG IV.7) Yadā Yadā Dharmasya Glānir mengandung makna bahwa kapan pun Dharma tidak dipatuhi dan mengalami kemerosotan, Hyang Widhi Wasa senantiasa menegakkan Dharma di jagat raya demi terciptanya ketenteraman, kedamaian, dan kesejahteraan seluruh kehidupan (jagad hita), sehingga terwujud keadaan yang damai dan harmonis. I KETUT SUBAGIASTA…

  • Beragama Jangan Lepas dari Ageman

    Mutiara Weda30/07/2025 Umat Se-dharma, faktor yang sangat penting dan menjadi benih atau cikal bakal dalam penguatan beragama bagi umat Hindu sesungguhnya adalah agem ageman dalam bentuk Śraddhā. Manakala kurangnya keyakinan, kebingungan, bahkan keraguan terhadap agamanya, dapat dipastikan akan merapuhkan pondasi agama yang berdampak pula pada rapuhnya pemahaman inti sari dari ajaran agama. Pemahaman ajaran agama…

  • Filosofi Panca Mahattvapurnam Vastu

    Disajikan sebuah topik luhur tentang Panca Mahattvapurnam Vastu, artinya lima hal penting. Mari dimaknai lima hal penting sebagai ajaran luhur bagi umat Hindu pada pustaka suci MĀNAVADHARMAŚĀSTRA – SLOKA II-136 yang dikutip sebagai berikut: “वित्तं बन्धुर्वयः कर्म विद्या भवति पञ्चमीएतानि मान्यस्थानानि गरीयो यद् यदुत्तरम्”vittaṁ bandhurvayaḥ karma vidyā bhavati pañcamīetāni mānyasthānāni garīyo yad yaduttaram Artinya:Harta benda,…