Kesadaran Pikiran

Mutiara Weda
Yogyakarta, 19/08/2026

Umat Sedharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya Karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu ketika seseorang akan bertutur kata dan bertindak, sehingga dapat menghasilkan Karma yang baik atau Subha Karma.

Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan agar pikiran dapat terkendali serta berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga akan lebih mudah menumbuhkan Kesadaran Pikiran.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, marilah senantiasa memusatkan pikiran dan membangun Kesadaran Pikiran yang berlandaskan Buddhi, sehingga mampu menjalankan Wiweka dengan baik. Niscaya, pikiran, perkataan, dan perbuatan akan selalu terkontrol dan berjalan secara sinergis melalui Tri Kaya Sandhi.

(Kitab Panca Sradha, hlm. 146–148)

Mangku Gede Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Orang Jahat Seluruh Tubuhnya Beracun

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/07/2025 Umat Se-dharma, dalam sesanti ada menyebutkan: binatang kalajengking memiliki racun yang terletak di ekornya, begitu pula binatang ular memiliki racun berbisa yang terletak di taringnya. Berbeda halnya dengan orang yang licik, picik, dan jahat — seluruh tubuhnya diliputi oleh racun yang sangat berbisa. Melakukan tindakan kejahatan atau perbuatan buruk (Asubha Karma) dapat…

  • Filosofi Sṛṣṭir Āditah

    Palangka Raya, 30.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan tentang filosofi Sṛṣṭir Āditah (ciptaan alam ini). Mari dipahami ajaran luhung tentang ciptaan alam ini secara ekoteologi bernilai pendidikan Hindu pada pustaka suci Mānava Dharmaśāstra sloka I.78 yang dikutip sebagai berikut: jyotiṣaś ca vikurvāṇād āpo rasaguṇaḥ smṛtāḥadbhyo gandha guṇa bhūmir ityeṣā sṛṣṭir āditaḥ Terjemahan:“Demikian pula dari sinar…

  • Vibhuti Marga

    Mutiara WedaYogyakarta, 07/08/2025 Umat Se-dharma, Panca Śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, dan bahkan kurang yakin akan Śraddhā-nya, orang semacam ini disebut Nāstika atau Jatma Kesasar. Orang Nāstika merupakan orang yang tidak menjalankan swadharma-nya dengan baik atau niṣkriya. Oleh karena itu, sudah menjadi…

  • Paisunyam (SS.75)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)19.7.2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Paisunyam (SS.75) Paisunyam adalah fitnah. Umat Hindu jangan berkata fitnah atau melakukan Paisunyam (Ujar Pisuna). Fitnah adalah dosa besar. Fitnah adalah berkata dusta. Fitnah adalah berkata yang merusak martabat. Fitnah tidak perlu dibalas dengan dendam atau advesa. Fitnah hendaknya diklarifikasi dengan jujur atau arjawa. Dosa fitnah…

  • Berjiwa Konfrontasi: Sumber Malapetaka

    Mutiara WedaYogyakarta, 06/01/2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci diungkapkan bahwa tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan. Demikian pula, tidak ada musuh yang lebih jahat daripada kemarahan; tidak ada kesengsaraan yang menyamai kelobaan; dan tidak ada kebahagiaan yang menyamai kemampuan diri dalam melepaskan ikatan hawa nafsu. Melepaskan diri dari cengkeraman hawa nafsu menjadi suatu keharusan…

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/04/2026 Umat sedharma, pañca śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin terhadap śraddhā-nya, disebut sebagai nāstika atau jadma kesasar (manusia yang tersesat). Orang nāstika adalah mereka yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik, atau disebut niṣkriya (tidak aktif dalam menjalankan…