Ekatvam (BG VI.31)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
18 Agustus 2026
Oleh I Ketut Subagiasta

Ekatvam (BG VI.31)

Ekatvam berarti memunggal atau menyatu. Upaya untuk mencapai keadaan ketika sang diri atau Ātman menunggal atau menyatu dengan Brahman dapat dilakukan melalui puja dan puji, bhajaty pratidinam, yaitu tekun memuja dan memuji Vidhi dengan bhakti, melalui Yajña, serta doa yang tulus dengan samādhi atau konsentrasi pikiran yang suci (manah nirmala).

Marilah tekun melaksanakan puja dan puji dengan penuh ketulusan untuk mencapai Ekatvam, yaitu kesatuan Ātman dan Brahman.

Svaha.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Asta Prakrti

    Oleh: I Ketut Subagiasta Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Asta Prakrti, artinya delapan sifat alami, dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 yang dikutip sebagai berikut: yatatām api siddhānāmkaścin mām vetti tattvataḥ ॥ 7.3 ॥bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥkhaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ mebhinnā prakṛtir aṣṭadhā ॥ 7.4 ॥ Artinya:“Tanah, air, api, udara, ether, pikiran, budhi,…

  • Nityam (BG II.30)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)30 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Nityam (BG II.30) Nityam berarti kekal, abadi, dan selamanya. Dalam kehidupan, terdapat dua unsur, yaitu jiwa dan raga. Jiwa bersifat nityam (abadi), sedangkan raga bersifat anityam (tidak abadi). Jiwa yang bersifat kekal pada akhirnya akan kembali kepada Parama Ātman. Sebaliknya, raga atau śarīra (badan)…

  • Filosofi Sukham

    Palangka Raya, 23.10.2025 Disajikan topik filosofi Sukham, artinya kebahagiaan. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā II.66 yang dikutip sebagai berikut: “नास्ति बुद्धिरयुक्तस्य न चायुक्तस्य भावना ।न चाभावयतः शान्तिरशान्तस्य कुतः सुखम् ॥ २-६६॥nāsti buddhir ayuktāsya na cāyuktāsya bhāvanāna cābhāvayatah śāntir aśāntasya kutaḥ sukham“Artinya:Tak ada kebijaksanaan pada pikiran yang tak terkendalikan, dan juga tak…

  • Rahasyajñāna

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/06/2026 Umat sedharma, pustaka suci Weda yang menjadi pegangan, pedoman, dan tuntunan bagi umat Hindu sering juga disebut sebagai Kitab Rahasia karena di dalamnya banyak mengandung ajaran yang bersifat rahasia (rahasyajñāna). Untuk memudahkan memahami isi kandungan pustaka suci Weda, Mahaṛṣi Vālmīki melalui karya sastra Rāmāyaṇa dan Mahaṛṣi Vyāsa melalui epos besar Mahābhārata menyampaikan…

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/06/2025 Umat Se-Dharma, Di dalam sastra suci Hindu diungkapkan bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun. Melakukan perbuatan baik (Subha Karma) dan mensinergikan antara pikiran,…

  • Pentingnya Membangun Soliditas

    Mutiara Weda16/02/2026 Umat Sedharma, dalam pustaka suci Weda Saṃhitā ada mengungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, pikirkan bersama-sama, dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama.” Ajaran ini mengajarkan kepada kita umat Sedharma untuk selalu bersinergi dan bersatu guna mencapai tujuan bersama. Sahṛdayaṃ saṃmanasyam avidveṣaṃ kṛṇomi vaḥ … dan seterusnya. Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan…