Satya-Dharma
Mutiara Weda
Yogyakarta, 08/08/2026
Umat Sedharma, dalam susastra Hindu disebutkan: Satyam nāsti paro dharmo, nānṛtaṁ pātakaṁ param: tidak ada Dharma atau kewajiban suci yang lebih tinggi daripada kebenaran (Satya), dan tidak ada dosa yang lebih rendah daripada dusta. Di mana ada Satya, di sanalah pasti ada Dharma.
Kebenaran dan kebajikan tidak dapat dipisahkan serta senantiasa berdampingan sebagai Satya-Dharma. Hilang dan lenyapnya kedamaian serta keharmonisan dalam kehidupan umat manusia dapat terjadi akibat diabaikannya kebenaran (Satya) dan kebajikan (Dharma).
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, di mana pun berada dan dalam kondisi apa pun, hendaknya senantiasa sadar dan memegang teguh ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah, dari Dharma datangnya kesuksesan, dari Dharma pula datangnya kebahagiaan. Dharma memberikan segalanya dan Dharma merupakan inti sari kehidupan di dunia.
Niscaya, kebahagiaan lahir dan batin, Manah Śānti maupun Parama Śānti, Jagadhita dan Kamoksan, serta tujuan Catur Purusa Artha akan dapat diwujudkan.
(Slokantara 2.6)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) DIY
