Membangun Kedamaian dalam Diri
Mutiara Weda
Yogyakarta, 3 Juni 2026
Umat Se-dharma, orang-orang bijak mengatakan bahwa pada zaman Kaliyuga, musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri akibat ketidakmampuan menyinergikan unsur Tri Guṇa, yaitu sattva, rajas, dan tamas dalam diri.
Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (kṣamā) merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam serta terjaga pada diri setiap umat Hindu guna meningkatkan kualitas rohani menuju tingkatan spiritualitas yang mengandung kekuatan dalam membangun kerukunan umat Hindu. Segala sifat keras hati yang penuh ego hanya dapat dikalahkan dengan sikap amulat sarira, anyekung jñāna, dan mengendalikan diri suluh nikang prabhā.
Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu membangun kedamaian dan keharmonisan mulai dari dalam diri masing-masing. Tingkatkan kualitas rohani melalui pengekangan dan pengendalian diri (tapaḥ), serta tampilkan kepribadian yang lebih sāttvika dengan melatih vāk (perkataan), manaḥ (pikiran), dan kāya (perbuatan), melalui penyelarasan unsur Triguṇatattwa dalam diri. Niscaya kedamaian, keharmonisan, dan kerukunan dalam hidup akan dapat terwujud sebagai landasan dalam menjalankan konsep hidup Memahayu Hayuning Bhawana.
(Bhagavadgītā III.37–40 dan Serat Witaradya)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
