Tunggalang Idep
Rahajeng Rahina Suci Kuningan
Dumogi Irage Ajeg Dalam Mengemban Dharma
Mutiara Weda
Yogyakarta, 27 Juni 2026
Umat sedharma, dalam ajaran Tattva diungkapkan bahwa ketika seluruh tattva menyatu, maka seluruh objek tidak lagi tampak, sehingga citta (pikiran) dapat dipusatkan dalam dhyāna (meditasi). Menyatukan seluruh tattva yang berada di bawah kendali buddhi disebut eka citta atau eka buddhi, yang dalam istilah Bali dikenal sebagai nunggalang idep (memusatkan pikiran).
Pikiran merupakan penentu kehidupan manusia. Pikiranlah yang dapat mengantarkan seseorang menuju surga maupun neraka, menjadikan seseorang terlahir sebagai manusia ataupun makhluk lainnya, membawa kemenangan, dan pada akhirnya mengantarkan menuju mokṣa (kelepasan).
Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban setiap umat Hindu untuk senantiasa membersihkan citta (pikiran), mengendalikan indriya (indra), serta selalu mulat sarira (introspeksi diri) dengan penuh kesadaran terhadap keadaan batin. Niscaya, Ida Sang Hyang Widhi Wasa akan senantiasa hadir dan bersemayam dalam diri setiap insan, sehingga terwujud citta yang mencapai kesadaran tertinggi, yaitu Puruṣa.
(Yajurveda 17.31; Wrhaspati Tattwa 16)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
