Berbuat dengan Ketanpaakuan
Mutiara Weda
Yogyakarta, 20/03/2026
Umat sedharma, dalam susastra diungkapkan bahwa orang yang berkeinginan untuk berbuat tanpa keakuan (ahaṃkāra) akan memperoleh kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya.
Orang yang berjiwa sabar, tenang, dan tulus diibaratkan seperti air yang mengalir ke dalam samudra. Walaupun terus-menerus mengalir, samudra tetap tenang dan tidak meluap. Demikian pula orang yang berjiwa sabar dan tenang akan mencapai kedamaian. Walaupun berbagai kesenangan ada padanya, bukan berarti ia mengumbar hawa nafsunya.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, hendaknya selalu meningkatkan dan menegakkan kesucian diri masing-masing melalui jana kṛti, serta membangkitkan kesucian jiwa dengan menjalankan ajaran tingkahiṅ vrata, melalui pemusatan pikiran dan pengendalian pañca indriya dari berbagai objek keinginan. Niscaya, akan terbangun pribadi yang bijaksana serta memiliki aura atau vibrasi energi positif yang kuat.
(Bhagavadgītā II.65–72)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
