Membangun Kualitas Karma
Mutiara Weda
Yogyakarta, 10/01/2026
Umat Sedharma, bila cinta kasih mengisi pikiran manusia, maka akan menjelma menjadi kebenaran Satya (kebenaran). Tatkala cinta kasih menyatakan dirinya dalam bentuk kegiatan, maka ia menjadi Dharma (kebajikan). Demikian pula, bila perasaan diliputi oleh cinta kasih, maka ia akan menjadi perwujudan kedamaian Santih (damai).
Pada hakikatnya, melaksanakan cinta kasih itu adalah perbuatan Dharma (kebajikan), berpikir cinta kasih sesungguhnya adalah Satya (kebenaran), dan merasakan cinta kasih adalah Santih (kedamaian).
Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu—sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Hindu—untuk membangun karakter diri dengan memperhatikan kualitas karma berikut:
- Karma Mental
Menggunakan pikiran dalam aktivitasnya. - Karma Spiritual
Menggunakan suksme (jiwa halus/kesadaran batin) sebagai pemeran utamanya. - Sukarma
Melakukan aktivitas dengan dominasi kadar kandungan Panca Pilar (lima pilar), yaitu:- Satya (kejujuran)
- Dharma (kebajikan)
- Prema (cinta kasih)
- Santih (damai)
- Ahimsa (tidak menyakiti)
Niscaya (pasti), akan dapat terbangunnya umat Hindu yang berbudi pekerti luhur.
(Wrhaspati Tattwa, 15–19 & Weda Samhita)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
