Sat, Cit, Ānanda Brahman

Mutiara Weda
Yogyakarta, 02/11/2025

Umat se-dharma, dalam pustaka suci Weda diajarkan untuk selalu setia, jujur, dan memegang teguh kebenaran dalam menuju ketenangan serta kedamaian batin (parama śānti).

Kebenaran dan kejujuran adalah sifat dan hakikat ke-Tuhanan: Sat, Cit, Ānanda Brahman (ada–kesadaran–kebahagiaan murni), yang menjadi bagian dari dasar keyakinan (śraddhā) dalam ajaran agama Hindu. Kesetiaan dan kejujuran itu tidak timbul dari orang lain, melainkan tumbuh dari dalam diri masing-masing.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu membangun dan memupuk kesetiaan, kejujuran, serta rasa tanggung jawab terhadap kebenaran melalui pengamalan ajaran Pañca Satya: Satya Wacana, Satya Hṛdaya, Satya Mitra, Satya Samaya, dan Satya Laksana; serta membuang jauh-jauh sifat angkuh dan sombong (wāk puruṣya—ucapan yang kasar/tidak patut). Niscaya, dengan demikian akan tumbuh sifat-sifat kedewataan Daivī Vāk (ucapan yang suci & luhur) dalam diri, sehingga terwujud Lalita Hita Karana sebagai jalan menuju mokṣa—kebebasan yang abadi.
(Sarasamuccaya 130–131)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara Yogyakarta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Belajar Menyikapi Proses Kehidupan

    Mutiara Weda Yogyakarta, 11/07/2026 Umat Sedharma, dalam pustaka suci diungkapkan bahwa tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan. Begitu pula, tidak ada musuh yang sejahat kemarahan (krodha), tidak ada kesengsaraan yang menyamai kelobaan, dan tidak ada kebahagiaan yang menyamai kemampuan diri dalam melepaskan ikatan nafsu-nafsu (tyāga). Melepaskan diri dari cengkeraman nafsu menjadi suatu keharusan pada…

  • Filosofi Kavayah

    Palangka Raya, 31.10.2025 Disajikan sebuah topik filosofi Kavayah, artinya para pendeta atau orang suci. Mari dipahami ajaran luhur dalam Bhagavad Gītā XVIII.2 yang dikutip sebagai berikut: “श्रीभगवानुवाचकाम्यानां कर्मणां न्यासं संन्यासं कवयो विदुः ।सर्वकर्मफलत्यागं प्राहुस्त्यागं विचक्षणाः ॥ १८-२॥śrī bhagavān uvāca:kāmyānāṁ karmaṇāṁ nyāsaṁ saṁnyāsaṁ kavayo viduḥ,sarva-karma-phala-tyāgaṁ prāhus tyāgaṁ vicakṣaṇāḥ.” Artinya:Śrī Bhagavān bersabda:Para pandita menyatakan saṁnyāsa sebagai meninggalkan…

  • Moghaṁ Sa Jīvati (Bhagavadgītā III.16)

    DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)26 Juni 2026 Oleh I Ketut Subagiasta Moghaṁ Sa Jīvati berarti “ia hidup sia-sia”. Oleh karena itu, marilah menjalani hidup yang penuh makna dan manfaat. Hindarilah bunuh diri, jauhilah segala bentuk perbuatan buruk, hindarilah perkataan yang menyinggung perasaan orang lain, serta bersihkan pikiran dari hal-hal yang negatif. Hidup ini adalah anugerah…

  • Bangun Keseimbangan di Dalam Diri

    Mutiara WedaJogjakarta, 07/05/2026 Umat Sedharma, pemusatan dan pengendalian pikiran dari pengaruh indria atau hawa nafsu, yaitu Citta Vṛtti Nirodha, menjadi faktor penting dalam menjalankan proses kehidupan di dunia ini, di alam saṁsāra ini. Orang yang dapat mengendalikan dirinya dari pengaruh-pengaruh indria atau hawa nafsunya bagaikan seekor penyu yang sedang menarik seluruh anggota badannya ke dalam cangkangnya. Orang yang…

  • Filosofi Sugihan

    Mutiara WedaYogyakarta, 11/06/2026 Umat sedharma, salah satu kewajiban umat Hindu menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah melaksanakan upacara penyucian yang dikenal dengan Sugihan sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Galungan. Sugihan Jawa dan Sugihan Bali memiliki makna penyucian Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (diri manusia). Sugihan Jawa dilaksanakan pada Kamis Wage…