Satvika Yadnya

Mutiara Weda
Yogyakarta, 16/05/2025

Umat Se-dharma, melaksanakan Panca Maha Yadnya merupakan kewajiban suci dari petunjuk Pustaka suci Weda Samhita sebagai penyangga Bumi, alam semesta beserta isinya, karena alam dan manusia diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui Yadnya.

Ada lima unsur penting dalam Meyadnya:

  1. Mantra: doa-doa yang harus diucapkan oleh umat atau Pinandita sesuai dengan tingkatannya.
  2. Yantra: simbol-simbol keagamaan yang diyakini mempunyai kekuatan spiritual untuk meningkatkan kesuciannya.
  3. Tantra: kekuatan suci yang ada dalam diri dibangkitkan dengan cara yang ditetapkan dalam kitab suci Weda.
  4. Yadnya: korban suci dan pengabdian yang tulus atas dasar kesadaran dalam persembahan sesuai dengan kemampuan.
  5. Yoga: mengendalikan gelombang pikiran dalam alam pikiran untuk berhubungan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, mantapkan Śraddhā dan Bhakti dengan berkeyakinan bahwa demi kepentingan hidup, kesempurnaan, dan kebahagiaan, umat Hindu melaksanakan Panca Maha Yadnya yang Satvika dengan landasan Tri Pramāṇa (Śāstrataḥ, Gurutāḥ, dan Svatāḥ) dengan tetap memperhatikan Catur Darśṭā: Kuna Darśṭā, Śāstra Darśṭā, Loka Darśṭā, dan Desa Darśṭā.

Niscaya akan terwujud tujuan hidup umat manusia, yaitu kebahagiaan sekala dan niskala, Jagadhita lan Kamoksan nantinya.
(Agastya Parwa & Bhagavad Gītā III.10)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Siklus Samsara

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/05/2025 Umat Se-dharma, lahir kembali menjelma menjadi manusia menjalankan siklus Samsara Punarbhawa sesungguhnya memanfaatkan waktu dan menggunakan kesempatan untuk lahir kembali dengan baik guna memperbaiki diri serta menjadi penentu keberhasilan dalam mencapai tujuan hidup yaitu Catur Purusa Artha. Jangan sia-siakan waktu & kesempatan dengan melakukan perbuatan hina dan tercela, demikian pulajangan biarkan waktu…

  • Ageng Yasa Ageng Goda

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/02/2025 Umat se-dharma, dalam sebuah Paribhasa ada mengungkapkan: semakin tinggi pepohonan, maka akan semakin kencang angin menerpanya. Demikian pula halnya dalam perbuatan, semakin banyak berbuat maka akan semakin banyak godaan & cobaan yang akan dihadapi. Ageng Yasa Ageng Goda. Selalu berbuat dan berpasrah diri ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa menjadi suatu…

  • Hidup dalam Rwa Bhineda

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/01/2025 Umat Se-dharma, jika direnungkan, nasib atau takdir yang dialami oleh setiap umat manusia merupakan pertanda bahwa ada kekuatan lebih tinggi yang mengatur segalanya, yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam menjalani kehidupan, suka dan duka sebagai bagian dari Rwa Bhineda akan selalu berdampingan dan datang silih berganti. Kedukaan datang setelah kesukaan, dan…

  • Kīrti (Slokāntara 7)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)8 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Kīrti (Slokāntara 7) Kīrti adalah orang bijaksana dan budiman. Kīrti memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. tidak dendam atau adveṣa terhadap orang lain;b. selalu jujur atau ārjava terhadap siapa pun;c. tidak marah atau akrodha kepada orang lain;d. tidak curang atau na coraḥ terhadap siapa pun…

  • Bangkitkan Bhūṣaṇa dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 05/04/2026 Umat sedharma, jika kita renungkan, tatkala kesadaran diri melebur dengan kesadaran sejati, yakni Yang Maha Agung, maka yang tersisa hanyalah kebahagiaan tanpa batas. Membangun kecerdasan sangatlah penting bagi setiap umat manusia, dengan menempatkan kecerdasan intelektual sebagai dasar, yang diperhalus oleh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, menuju kesadaran sejati dengan bhūṣaṇa sebagai pengikatnya….