Bangun Pura di Dalam Diri

Mutiara Weda
Yogyakarta, 17/05/2025

Umat se-Dharma, jika dipahami bahwa belajar agama dan ajaran kedyatmikan spiritual bukanlah untuk menyakiti orang lain dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa dan memperkokoh Budhi.

Jika ajaran agama dan ajaran kesucian spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan diri atau bersifat Rajasika, sudah dapat dipastikan hal tersebut mencerminkan rendahnya kualitas rohani dan tingkatan spiritual yang dimilikinya. Hal ini cenderung akan melahirkan kerasnya jiwa serta matinya rasa.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi suatu kewajiban untuk membangun Pura Dalam Diri (Padma Hrdaya) melalui jalan meningkatkan kualitas rohani atau spiritualitas dengan tuntunan ajaran agama dan ajaran kesucian spiritual secara benar guna memperhalus jiwa dan memperkokoh Budhi. Niscaya kehidupan yang Satyam, Śivam, Sundaram akan dapat terwujud.
(S.S. 14 & MDS IV.138)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Berusaha untuk Berbuat Kebajikan

    Umat Se-Dharma,Jika disadari, sesungguhnya segala bentuk pemujaan ataupun tapa hanyalah untuk mengendalikan pikiran. Pikiran adalah penyebab keterikatan atau kebebasan. Begitu juga, pikiran pula sebagai rajanya nafsu (Rajendrya). Setiap umat manusia harus mengarahkan pikiran agar tenang dan terkendali (Nirodha), sehingga terpusat pada-Nya (Dhyana). Orang yang disayang Tuhan sesungguhnya adalah orang yang tidak membenci siapa pun (Adwesta…

  • Filosofi Sukham

    Palangka Raya, 23.10.2025 Disajikan topik filosofi Sukham, artinya kebahagiaan. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā II.66 yang dikutip sebagai berikut: “नास्ति बुद्धिरयुक्तस्य न चायुक्तस्य भावना ।न चाभावयतः शान्तिरशान्तस्य कुतः सुखम् ॥ २-६६॥nāsti buddhir ayuktāsya na cāyuktāsya bhāvanāna cābhāvayatah śāntir aśāntasya kutaḥ sukham“Artinya:Tak ada kebijaksanaan pada pikiran yang tak terkendalikan, dan juga tak…

  • Sradha Landasan Menuju Sanatana Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 26/07/2025 Umat Se-dharma, kesucian batin itu akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, dengan kesucian diri akan dapat membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati Sanatana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi atau Hukum Ṛta, ataupun…

  • Filosofi Sugihan

    Mutiara WedaYogyakarta, 11/06/2026 Umat sedharma, salah satu kewajiban umat Hindu menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah melaksanakan upacara penyucian yang dikenal dengan Sugihan sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Galungan. Sugihan Jawa dan Sugihan Bali memiliki makna penyucian Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (diri manusia). Sugihan Jawa dilaksanakan pada Kamis Wage…

  • Tampakkan Perilaku yang Sāttvika

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/06/2025 Umat Sedharma,Tiga gerak pikiran umat manusia sebagai pengendali utama dari hawa nafsu di antaranya adalah: tidak iri hati/tidak dengki, tidak menyakiti makhluk lain, serta percaya dan yakin akan kebenaran ajaran Hukum Karma Phala. Membangun perilaku yang sāttvika dalam perbuatan, perkataan, maupun dalam berpikir menjadi suatu kewajiban dan menjadi tujuan utama terlahir atau…